Sering Dikeluhkan Masyarakat, Pemkab Gresik Prioritaskan Perbaikan Jalan Poros Sumput-Driyorejo

  • Whatsapp

Gresik, Komposisinews.com – Pemkab Gresik akan memprioritaskan perbaikan jalan poros Sumput-Driyorejo yang sering dikeluhkan oleh masyarakat. Proyek perbaikan jalan sepanjang 700 meter tersebut sudah masuk dalam proses tender dan dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2023.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyatakan bahwa tahun ini anggaran besar telah dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur jalan, termasuk ruas jalan Sumput-Driyorejo yang sering menjadi keluhan masyarakat. Pemkab Gresik menargetkan agar pekerjaan perbaikan tersebut selesai tahun ini, agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Gresik telah mendengar berbagai laporan dari masyarakat terkait kondisi jalan, terutama saat musim hujan. Bupati Gresik, yang akrab disapa Gus Yani, menyadari pentingnya perbaikan jalan tersebut dan menekankan pentingnya menyelesaikan proyek perbaikan tersebut dalam waktu yang singkat. Hal ini akan menghindari gangguan aktivitas masyarakat.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik, Eddy Pancoro, menjelaskan bahwa ruas jalan Sumput-Driyorejo akan ditinggikan dan dibeton. Saat ini, ruas jalan tersebut memiliki ketinggian yang lebih rendah dibandingkan dengan sebelah kanan dan kiri jalan. Oleh karena itu, struktur jalan yang akan digunakan adalah jalan beton dengan tebal urugan variatif antara 20 hingga 30 cm. Proyek ini akan menggunakan beton Lean Concrete sebesar 10 cm dan beton rigid sebesar 30 cm.

Ruas jalan Sumput-Driyorejo merupakan jalur penting bagi warga Desa Sumput, Desa Tanjungan, dan Desa Mojosarirejo untuk beraktivitas sehari-hari. Mobilitas di wilayah tersebut cukup tinggi karena terdapat permukiman padat penduduk, pergudangan, dan pabrik. Namun, saat musim hujan, jalan tersebut sering tergenang air dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan karena posisinya yang lebih rendah. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang harus memutar dengan rute yang lebih panjang, memakan waktu lebih dari 15 menit.

Pihak kecamatan juga telah memperhatikan kondisi ini. Camat Driyorejo, Narto, menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah normalisasi Kali Avour sepanjang 7,5 km di sekitar ruas jalan tersebut, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang melibatkan perusahaan sekitar. Selain itu, pada tahun 2023, akan dibangun saluran air tambahan melalui tanah kas Desa Sumput yang berada di sebelah timur PT. DAYASA. Pemerintah desa akan melaksanakan proyek tersebut dengan menggunakan dana bantuan keuangan dari kecamatan.

Normalisasi Kali Avour merupakan salah satu langkah dalam penanggulangan banjir. Setelah jalan ditinggikan, dibeton, dan adanya saluran air tambahan, diharapkan masalah yang ada dapat teratasi. Masyarakat berharap bahwa dengan adanya perbaikan ini, durasi banjir dapat berkurang dan jalan dapat dilewati dengan lancar. (jok)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *