Berseragam Doreng Kebesaran Pemuda Pancasila, Bupati Sugiri Mengaku Anggota Lama

  • Whatsapp
Screenshot 20230925 093414 Chrome

PONOROGO, Nusantaraabadinews.com Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko blak-blakan ketika membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Ponorogo di Hotel Maesa, Minggu (24/9/2023). Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko—ternyata anggota organisasi masyarakat (ormas) yang identik dengan seragam doreng oranye itu. Bahkan, sampai sekarang masih menjabat ketua Pemberdayaan dan Pembinaan Cabang Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PP Jawa Timur.

Kang Bupati mengenakan seragam kebesaran PP tatkala membuka muscab. Jauh hari sebelum terpilih menjadi bupati Ponorogo, dirinya pernah berproses dan menjadi anggota ormas yang sudah berdiri sejak 28 Oktober 1959 itu. PP membuktikan sebagai ormas yang mampu melintasi berbagai rezim, mulai Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi. ‘’Saya masih menyimpan dengan baik seragam PP,’’ terangnya.

Bacaan Lainnya

Screenshot_20230925_093500_ChromeKang Bupati berharap Muscab PP Ponorogo mengedepankan asas musyawarah dan mufakat. Siapapun yang terpilih sebagai ketua menggantikan Agung Nugroho, harus mampu membawa MPC PP Ponorogo lebih baik. Meskipun gerak roda organisasi selama ini sudah berjalan dengan baik ditandai bertambahnya anggota. ‘’Musyawarah mufakat menjadi sistem dalam budaya Pancasila. Maka bermusyawarlah dalam rangka abadinya Pancasila,’’ jelasnya.

Kang Bupati mengungkapkan bahwa kerja sama apik terjalin antara Pemkab Ponorogo dan MPC PP. Sebab, dua pihak memiliki tujuan yang sama ingin membangun Ponorogo menjadi lebih baik. ‘’Terima kasih kepada MPC PP Ponorogo yang selama ini sudah berada di samping kami. Mimpi kita ke depan sama,’’ ungkapnya.

Screenshot_20230925_093706_ChromeSementara itu, Sekretaris MPW PP Jawa Timur Dyah Agus Muslim menitip pesan ke Bupati Sugiri Sancoko beserta stakeholder yang ada agar membimbing PP Ponorogo. Tidak perlu segan melakukan koreksi jika gerak organisasi dinilai melenceng. PP sudah memutuskan menjadi organisasi masyarakat yang terbebas dari politik praktis. ‘’Kegiatan organisasi menitikberatkan kepada sosial kemasyarakatan,’’ ujar Dyah Agus Muslim. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *