Wujud Nyata Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat, Dosen Universitas Negeri Surabaya Merancang Mesin Pengolah Kedelai Bahan Baku Tempe dan Penataan Manajemen untuk Kemajuan UMKM

  • Whatsapp
Img 20231012 Wa0048

Sidoarjo. Nusantaraabadinews.com – Desa Kedungcangkring, Jabon, Sidoarjo terdapat sentra UMKM produsen tempe yang dinaungi “PRIM KOPTTI SUMBER REJEKI” dengan anggota sebanyak 35 pengusaha UMKM produsen tempe. Keberadaan sentra UMKM tempe ini mempunyai peran penting bagi pertumbuhan ekonomi warga masyarakat Kedungcangkring, khusunya dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemik Covid-19.

Tujuan pelaksanaan program PKM ini adalah membantu mitra dalam menyelesaikan permasalahan prioritas aspek produksi dan aspek manajemen. Permasalahan prioritas aspek produksi adalah rendahnya kualitas dan kuantitas produksi pemisahan kulit ari kedelai dan pencampuran ragi-kedelai (peragian) untuk menghasilkan campuran ragi kedelai yang merata dan permasalahan prioritas aspek manajemen adalah lemahnya pengelolaan manajemen keuangan.

Bacaan Lainnya

Untuk menyelesaikan permasalahan produksi dilakukan melalui menerapkan “Mesin Pemisah Kulit Ari Kedelai Otomatis Mekanik Motor Listrik” yang mampu melakukan proses pemisahan kulit ari kedelai dalam satu kali proses produksi secara otomatis, tidak perlu dilakukan terpisah melalui perambangan dengan kapasitas produksi ± 200 kg/jam dan untuk mengatasi lamanya proses pencampuran ragi digunakan mesin pencampur ragi (peragian) dengan kapasitas produksi 45 Kg/Jam.

BACA JUGA ; Yayasan Pergerakan Anti Narpza (PANNA) DPW dan DPD Jatim Berkolaborasi Bersama Gerakan Anak Muda Anti Narkoba (GAMAN) Jatim Gelar Deklarasi 2023

Sementara itu, untuk menangani masalah manajemen, keuangan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan dalam membukukan arus keuangan usaha menggunakan buku kas sederhana.

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Program Pemberdayaan Kemitran Masyarakan (PKM) dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ini diketuai oleh Prayudi Setiawan Prabowo dari Prodi Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang beranggotakan Lucia Tri Pangesthi dari Prodi Tata Boga, dan Theodorus Wiyanto Wibowo dari Prodi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNESA. Rabu (11/10/2023)

PKM dilaksanakan di UMKM produsen tempe milik M. Yasin yang beralamat di Desa Kedungcangkring, Jabon, Sidoarjo dengan tema PKM adalah “PKM Penerapan Paket Teknologi Pengolah Kedelai Bahan Baku Tempe dan Penataan Manajemen Untuk Meningkatkan Produktivitas UMKM Produsen Tempe Kedungcangkring Sidoarjo.

Prayudi Setiawan Prabowo bersama tim PKM merancang bangun mesin pemisah kulit ari kedelai otomatis mekanik motor listrik dan mesin pencampur ragi semi otomatis mekanik motor listrik dan reduser sesuai kebutuhan mitra.
Nah, mesin pemisah kulit ari kedelai otomatis mekanik motor listrik ini kapasitas-nya 200 kg/jam, mampu meningkatkan kapasitas produksi ± 2,5 lebih besar dari sebelumnya sebesar 75 kg/jam dan mesin pencampur ragi mekanik motor listrik dan reduser kapasitas produksinya ± 500 kg/jam, mampu meningkatkan kapasitas produksi pencampuran ragi ± 5 lebih besar dari sebelumnya sebesar 100 kg/jam.

Selain itu, dengan menggunakan mesin pemisah kulit ari kedelai otomasis mekanik motor listrik dan mesin pencampur ragi semi otomatis mekanik motor listrik dan reduser tersebut, UMKM produsen tempe mendapat banyak keuntungan yang diperoleh. Diantaranya, kuantitas produksi pemisahan kulit ari kedelai dan pencampuran ragi-kedelai meningkat tajam; kualitas pemisahan kulit ari dan pencam lebih baik, kualitas tempe yang dihasilkan lebih baik, rasanya lebih enak, sehingga lebih diminati konsumen dan daya saing produk meningkat.

Tidak hanya sampai disitu saja, Tim PKM Unesa juga memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai manajemen usaha, khususnya manajemen keuangan kepada UKM pengrajin sepatu mitra.
Upaya tersebut dilakukan, karena kelangsungan hidup UKM sepatu mitra ini mempunyai dampak sosial dan ekonomi yang langsung dapat dirasakan oleh pengusaha, karyawan dan warga masyarakat Desa Kedungcangkring, Jabon, Sidoarjo dan sekitarnya.

Terpisah, Pemilik UMKM produsen tempe M. Yasin, mengapresiasi sekali apa yang telah dilakukan oleh Tim PKM dari LPPM Unesa ini.

M. Yasin mengungkapkan, “Saya bersyukur atas kehadiran TIM PKM dari Unesa yang membuat usaha saya lebih baik dan berpeluang untuk berkembang dan kegiatan semacam ini sangat kami harapkan sejak dahulu. (Arifin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *