Setelah Bojonegoro, Kini Gubernur Khofifah Sapa Pilar Kesejahteraan Sosial Bakorwil Pamekasan

  • Whatsapp
Screenshot 20231124 135150 Chrome

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com Setelah menyapa pilar kesejahteraan sosial di Bojonegoro, kali ini Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyapa Pilar-Pilar Kesejahteraan Sosial Wilayah Bakorwil Pamekasan, pada Kamis (23/11/2023) malam.

Sebanyak 1.242 orang mengikuti acara Sapa Pilar Kesejahteraan Sosial Wilayah Bakorwil Pamekasan di DBL Arena, Surabaya. Mereka berasal dari Program Keluarga Harapan (PKH), Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Perwakilan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dan Forkom Kartar.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan, selama ini Pemerintahan Provinsi Jawa Timur punya kekuatan luar biasa, yang berasal dari kekuatan pilar sosial.

“Persentase kategori desa cepat berkembang, per 10 November kemarin, bahwa desa berkembang yang paling mengalami percepatan tertinggi di Indonesia adalah Jawa Timur, ini semua berkat pilar kesejahteraan sosial,” tutur Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah memaparkan, dari 11.458, Desa Mandiri Jawa Timur, ada 2.800, atau setara dengan 24,44%.

“Jawa Barat 16%, Kalimantan Barat 7,66%, Jawa Tengah 7,21%, Riau 5,24%, kita lihat Jawa Timur tidak hanya tertinggi tapi sangat tinggi di atas provinsi yang lain. Kenapa kita bisa mencapai desa mandiri setinggi ini? Ini semua karena dedikasi pilar sosialnya sangat tinggi,” ucapnya.

Selanjutnya, Khofifah pun mengapresiasi pilar-pilar kesejahteraan sosial berkat dedikasinya yang telah dilakukan. Kepada PKH, Khofifah, mengapresiasi dedikasi pendampingan PKH yang luar biasa, karena kemiskinan ekstrem di Jawa Timur turunnya ekstrem sekali.

“Per Maret 2023 kemiskinan ekstrem di Jawa Timur 0,82%. InsyaAllah kemiskinan ekstrem di Jawa Timur akan mendekati 0%,” sebutnya.

“Pendamping PKH memberikan pendampingan yang baik. Lalu, Kawan-kawan TKSK juga Quick Response, TAGANA apalagi siap-siap ya. Kita tidak berharap adanya bencana tapi memang Indonesia ini dikelilingi ring of fire, maka harus siap siaga memitigasinya,” sambung Khofifah.

Terkait Desa Devisa, Khofifah mengatakan, dari 613 desa, ada 149 desa atau 24% dari total nasional desa devisa ada di Jawa Timur.

“Mari kita jaga bersama, kita harus bergandengan tangan untuk desa devisa ini. Karena baru saja kemarin daun kelor dari Sumenep itu dikirim atau diekspor ke Jerman. Ini sesuatu yang sangat membanggakan, maka mungkin apabila ada ekspor lagi, saya anjurkan agar pilar kesejahteraan sosial seperti PKH, TKSK, TAGANA diundang supaya mereka tahu prestasi Jawa Timur berkat dedikasi mereka,” pungkasnya. (vin/s)

Dinas KOMINFO JATIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *