RUSAK FASUM, KASATPOL PP: KAMI SUDAH LAPORKAN OKNUM KE POLISI

  • Whatsapp
Screenshot 20231226 151153 Chrome

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya menertibkan para pedagang kaki lima yang masih nekat berjualan dibahu jalan Pantai Batu-Batu Kenjeran, Minggu (24/12).

Dalam penertiban ini, petugas Satpol PP yang dikerahkan sempat mendapatkan protes keras dari para pedagang yang tak terima gerobok dagangnya diangkut.

Bacaan Lainnya

Para pedagang mengamuk dan menghalangi petugas yang ingin menaikan gerobak dagangnya ke truk milik Satpol PP. Tak hanya itu, para pedagang juga memblokade jalan dengan menutupi dengan gerobak mereka serta menumpahkan sampah sehingga menyebabkan kemacetan.

Menanggapi hal itu, Kepala Satpol PP Surabaya M Fikser menyampaikan pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap warga yang tidak mau ditertibkan terkait pelarangan penjualan di Pantai Batu-Batu Kenjeran.

“Kita kemarin sudah melakukan penertiban ya disana. Kami melakukan penertiban untuk melindungi pedagang di dalam SIB (Sentral Ikan Bulak). Penertiban tidak hanya PKL tapi parkir liar juga. Banyak warga yang tidak terima,” kata Fikser.

Para pedagang itu, Minggu kemarin, telah merusak fasilitas umum yakni pagar pembatas. Sebab itu, Fikser menegaskan oknum yang merusak itu sudah dilaporkan ke polisi.

“Bagi yang merusak aset pagar pemerintah kota itu, sudah dilaporkan oleh Kapolres Tanjung Perak. Tadi malam sudah kami laporkan, biarkan proses itu berjalan karena kami juga punya bukti yang merusak itu siapa,” tegasnya.

“Mereka berusaha melakukan aksi bakar-bakar disana, tapi segera kita ambil alat mereka dan itu tidak sempat terjadi. Kita kasian juga kepada pengguna jalan,” tambahnya.

Meski sudah dilaporkan, Fikser menerangkan bahwa aksi protes itu tidak semua warga yang melakukan perusakan. Pihaknya hanya melaporkan bagi warga yang merusak fasilitas dari Pemkot Surabaya.

“Yang melakukan perusakan itu oknum. Kami sudah bolak-balik sudah sering bertemu dan membahas itu bersama warga. Jadi sebenarnya itu tidak hanya Bulak saja. Tapi ada di luar Bulak atau yang ikut berjualan disana. Kami juga tahu ada warga yang diluar itu memanfaatkan mereka menarik dan lain-lain. Kita juga melindungi warga Bulak yang berjualan SIB,” tegas dia. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *