Fatayat NU Jatim – USAID ERAT Gelar Bimtek Pengembangan Kapasitas Monev Program Percepatan Penurunan Stunting

  • Whatsapp
Screenshot 20231229 133816 Yahoo Mail

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Program The United States Agency for International Development dengan Program Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif, Efisien dan Kuat (USAID ERAT), menggelar kegiatan Fasilitasi Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pengembangan Kapasitas Monitoring dan Evaluasi Program Percepatan Penurunan Angka Stunting Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, Kamis (28/12/2023).

Tujuan diadakannya kegiatan Bimtek ini, yaitu untuk mengidentifikasi Monev yang telah dilakukan oleh masing-masing OPD dalam bidang Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Jawa Timur dan untuk penyusunan maupun sinkronisasi timeline Monev masing-masing bidang SDM, SDA, sarana prasarana serta penganggaran dalam upaya percepatan penurunan stunting di Jawa Timur. Kegiatan diikuti oleh perwakilan peserta dari masing-masing perangkat daerah yang terkait dengan isu percepatan penurunan stunting di Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Screenshot_20231229_134317_Yahoo MailDalam sambutannya, perwakilan Tim USAID ERAT, Ihsan mengatakan, penurunan stunting di Jawa Timur itu bisa dinyatakan berhasil atau tidak ketika bisa melakukan Monev secara cermat. “Dengan demikian kegiatan ini diadakan supaya tahu apakah upaya-upaya kita sudah tepat sasaran atau belum, sudah mempunyai target-target tercapai atau tidak, tentu ini semua akan berimplikasi terhadap apa yang akan kita lakukan terhadap tata kelola percepatan penurunan angka stunting,” tutur Ihsan.

Jika berbicara tentang Monev, Ihsan menilai, tentu di dalamnya akan dilakukan pengukuran sejauh mana relevansi program kegiatan itu berjalan dengan efektif, efisien, berdampak dan sustainable. “Kita kawal ketika berpotensi besar untuk mencapai target sasaran yang kita harapkan. Tentu ini semua membutuhkan kecermatan, pengetahuan, keterampilan, dan tindakan nyata agar apa yang kita lakukan itu berdampak,” terangnya.

Ihsan menyampaikan, melalui kegiatan ini diharapkan out put yang dihasilkan ialah adanya gambaran Monev OPD terkait inventaris, kegiatan bagi TPPS dalam upaya percepatan penurunan stunting, dan usulan timeline masing-masing bidang dalam penurunan stunting.

”Tidak hanya sekedar mencatat kebutuhan monev tetapi betul-betul bisa dipertimbangkan dengan baik. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berdampak dan berhasil guna, pasti ada ukurannya setelah kegiatan ini semoga ada peningkatan dan terlebih yang penting ada tindakan lebih lanjut,” harap Ihsan.

Sementara itu, sebagai Penanggung Jawab Kegiatan, Wakil Ketua Bidang Kesehatan Fatayat NU Pimpinan Wilayah Jawa Timur, Eli Rosida menyampaikan, Bimtek ini merupakan kegiatan hasil kerja sama Fatayat NU dengan LP3IS dan USAID ERAT.

“Kegiatan ini diadakan, untuk penurunan angka stunting di Jawa Timur. Sebenarnya di Jawa Timur ada lima titik, yakni Lamongan, Kabupaten Blitar, Banyuwagi, Sumenep dan Sidoarjo. Lima titik itu adalah lokus untuk penurunan stunting,” ungkap Eli.

Sebelumnya, Eli mengungkapkan, kegiatan ini adalah yang ke dua kalinya diadakan, dan kali ini statusnya diadakan untuk tingkat provinsi. “Jadi ini kita memfasilitasi bimbingan teknis dan pengembangan kapasitas dalam monitoring dan evaluasi program percepatan penurunan angka stunting di Jawa Timur. Bagaimana tata kelola program pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Eli mengatakan, ke depan hasil yang diharapkan, adalah pengembangan kapasitas dan monev itu ada hasil yang bisa dikerjakan bersama. “Karena setiap kegiatan pasti punya monev masing-masing. Tapi ini monev yang terintegrasi satu data yang dimiliki pemerintah Kabupaten/Kota setempat,” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan Bimtek ini juga menghadirkan beberapa orang pembicara yakni Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AK Jartim, Siti Cholishoh dan Sekretaris BKKBN Jatim, Nyigit Wudi Amini. (vin/s)

Dinas KOMINFO JATIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *