Kadis Kominfo Jatim Paparkan Data Sektoral di Hadapan DPMD Kalteng

  • Whatsapp
Screenshot 20240229 205655 Chrome

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Kadis Kominfo Prov Jatim), Sherlita Ratna Dewi Agustin memaparkan manfaat penggunaan Data Sektoral untuk Transformasi Digital di Jatim dihadapan Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Hotel Platinum Surabaya, Kamis (29/2/2024).

Sherlita mengatakan, manfaat penggunaan Data Sektoral Untuk Transformasi Digital di Jatim pertama. penguatan kebijakan, kedua peningkatan kapasitas SDM statistik sektoral, ketiga untuk pengembangan SPBE, keempat yaitu Pemanfaatan Data Sektoral, kelima Inovasi Satu Data Jawa Timur, keenam yaitu Data Terkait Desa.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan, terkait data desa di Jatim, Dinas Kominfo Jatim bersama DPMD telah membuat aplikasi yaitu. Sibermata Desa mengelola data sektoral yang dimiliki masing-masing Desa, khususnya data tentang aparatur desa yang tersebar di seluruh Provinsi Jawa Timur. Data tersebut dimanfaatkan untuk pengambilan kebijakan dan sebagai salah satu sarana pengembangan kapasitas Aparatur Desa secara mandiri.

Sementara itu, untuk sinergi desa di Jawa Timur Diskominfo menggunakan digitalisasi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), optimalisasi relawan TIK, dan blankspot di Jawa Timur. “Kami persilakan Pemprov Kalteng mereplikasi aplikasi di Dinas DPMD. Kami mengapresiasi Pemprov Kalteng yang telah mengajak seluruh dinas DPMD Kabupaten dan Kota untuk mengunjungi Jatim,” pungkasnya.

Sementara itu Sekertaris DPMD Jatim, Rita Kustanti Rahayu mengatakan, berbagi pengalaman tentang mengatasi kendala dan masalah yang muncul di desa-desa terhadap data sektoral. “Pertemuan Zoom rutin telah menjadi sarana efektif dalam mendengarkan keluhan dan memecahkan masalah di tingkat desa,” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Etty Aprilya, Sekertaris DPMD Kalteng menuturkan, di DPMD Kalteng juga ada inovasi terobosan, yaitu SIDARA, sebuah website yang digunakan untuk mengumpulkan dan mengelola data sektoral di provinsi.

Di akhir pemaparannya ia juga menjelaskan, mengapa memilih Jatim sebagai tempat evaluasi, “Kami pergi ke Surabaya, ke Jawa Timur, untuk mencari ilmu yang bisa kita ATM atau Amati, Tiru, Modifikasi-kan. Di Jawa Timur itu ada namanya Satu Data Awards yang hendak kami replikasi kan kepada SIDARA kami,” pungkasnya. (Pca/Uinsa/hjr)

Dinas KOMINFO JATIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *