DPRD Jatim Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Hidrometeorologi

  • Whatsapp
Screenshot 20240313 160744 Chrome

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com Cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung di Jawa Timur hingga Bulan Maret ini berpotensi meningkatkan ancaman bencana hidrometeorologi, baik berupa angin kencang, banjir dan tanah longsor. Maka itu komisi D DPRD Jatim meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar tehindar dari bencana yang mengancam. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi D DPRD Jatim, Heri Romadhon dikonfirmasi, Rabu (13/3/2024).

Menurut Heri yang juga politisi asal fraksi PAN Jatim, bencana hidrometeorologi sendiri, sudah terjadi di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur. Antara lain, Kabupaten dan Kota Mojokerto mengalami banjir, tanggul jebol hingga jembatan putus, kemudian genangan, di Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kabupaten Madiun, Magetan dan Ngawi juga terjadi banjir luapan air sungai usai hujan deras.

Bacaan Lainnya

“Tentunya saya yakin Pemprov maupun pemda setempat sudah melakukan penanganan tanggap bencana terhadap bencana di wilayah tersebut,”jelasnya politisi asal dapil Blitar ini

Heri Romadhon lalu, menjabarkan dalam antisipasi bencana dampak hidrometeorologi tersebut, perlu adanya mitigasi bencana di antaranya, melalui sistem peringatan dini (Early Warning System) terpadu BPBD yang dikembangkan dan notifikasinya disebarluaskan melalui semua moda komunikasi.

“Ini disebarluaskan melalui semua moda komunikasi, Website, media sosial, SMS Blast, kemudian juga ada integrasi teknologi canggih, seperti radar cuaca milik BMKG dan pemantauan sungai dari BBWS, PU SDA dan Jasa Tirta diintegrasikan pada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana atau Pusdalops PB yang dipantau secara 24 jam 7 hari,” terang dia.

Selain itu, lanjutnya, perlu ada peningkatan kapasitas masyarakat melalui sosialisasi dan pengembangan Destana (Desa Tangguh Bencana), Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan melakukan gerakan tanam pohon yang dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah daerah dan para relawan.

Berdasar rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim penghujan diprediksi terjadi pada Januari – Maret 2024. (Pca/hjr)

Dinas KOMINFO JATIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *