Ketua Kadin Surabaya : Pasar Malem Tjap Toendjoengan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

  • Whatsapp
Screenshot 20240319 154333 Chrome

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya H. M. Ali Affandi La Nyalla M. Mattalitti menegaskan bahwa kegiatan “Pasar Malem Tjap Toendjoengan 2024” yang digelar di tengah bulan Ramadan akan menjadi penggerak ekonomi lokal warga Surabaya.

Pasar Malem Tjap Toendjoengan 2024 merupakan sebuah festival tahunan yang diselenggarakan di Surabaya. Tahun ini, Tjap Toendjoengan hadir dengan tema “Djoedjoegane Arek Suroboyo” berlangsung selama 1 bulan, mulai dari tanggal 14 Maret hingga 21 April 2024, bertempat di Courtyard Pakuwon City Mall.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan Pasar Malem Tjap Toendjoengan 2024. Festival tahunan yang biasanya diselenggarakan untuk menyambut hari jadi Kota Surabaya, tahun ini digelar di bulan Ramadan, yang bisa dimanfaatkan warga sebagai salah satu alternatif sembari menunggu buka puasa dan berkumpul bersama teman maupun keluarga. Selain menghadirkan suasana Ramadan yang kental, Tjap Toendjoengan juga membantu UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka,” ujar Andi, Selasa (19/3/2024).

Ia mengatakan bahwa Pasar Malem Tjap Toendjoengan 2024 merupakan sebuah gelaran yang sangat positif dan bermanfaat bagi masyarakat Surabaya. Festival ini tidak hanya menghadirkan puluhan kuliner khas nusantara, tetapi juga membantu mendorong roda ekonomi masyarakat lokal.

Mas Andi menambahkan bahwa Pasar Malem Tjap Toendjoengan juga dapat menjadi salah satu daya tarik wisata bagi Kota Surabaya. Sebagai kota yang terkenal sebagai surga kuliner, Kegiatan ini pastinya ini dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang dan berkunjung ke Surabaya.

“Sebagai festival yang sudah digelar rutin sejak 2007, Tjap Toendjoengan adalah salah satu daya tarik wisata dan bisa dijadikan strategi promosi Kota Surabaya. Acara ini sangat menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang dan berkunjung ke Surabaya dan meningkatkan pendapatan daerah,” ungkapnya.

Adanya festival Tjap Toendjoengan ini menurutnya juga membantu melestarikan budaya dan tradisi Jawa Timur. Berbagai pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan dalam acara ini menjadi daya tarik bagi pengunjung, dan sekaligus membantu generasi muda untuk mengenal dan melestarikan budaya leluhur.

“Saya berharap Pasar Malem Tjap Toendjoengan akan dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya dan menjadi ikon baru kota Surabaya,” pungkas Mas Andi.(mad/hjr)

Dinas KOMINFO JATIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *