SIDOARJO, Nusantaraabadinews.com — Semangat kepedulian terhadap sesama sekaligus membangun karakter peserta didik terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan positif di lingkungan sekolah. Salah satunya dilakukan SMP Wachid Hasjim 9 Sedati, Sidoarjo, melalui kegiatan kokurikuler bertema “Gercep Tanggap Bencana, Peduli Sesama” yang diwujudkan dalam kegiatan pembagian sembako murah, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai kepedulian sosial, gotong royong, solidaritas, serta kepekaan terhadap kondisi masyarakat di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan sembako murah, pihak sekolah tidak hanya menghadirkan aktivitas pembelajaran di luar kelas, tetapi juga memberikan ruang kepada para siswa untuk memahami secara langsung pentingnya berbagi dan membantu sesama.
Program tersebut diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan. Para siswa, guru, serta pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut turut berpartisipasi dalam mempersiapkan dan menyalurkan sembako kepada masyarakat.
“Kehadiran Kepala Desa Semampir, Lukman Mualim, turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Lukman Mualim diketahui merupakan alumni SMP Wachid Hasjim 9 Sedati Sidoarjo.
Sebagai alumni, kehadiran Lukman Mualim sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap almamater dan dukungan terhadap kegiatan positif yang diselenggarakan oleh sekolah. Pertemuan antara alumni dengan keluarga besar sekolah juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi.
Kegiatan kokurikuler tersebut memperlihatkan bahwa lingkungan sekolah dapat menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. Pendidikan karakter tidak hanya diberikan melalui materi pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang melibatkan peserta didik secara langsung.
Konsep “Gercep Tanggap Bencana, Peduli Sesama” juga memiliki makna penting dalam membangun kesiapsiagaan generasi muda. Para siswa diajak untuk memahami bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, termasuk berbagi kebutuhan pokok dengan masyarakat yang membutuhkan.
Pembagian sembako murah menjadi salah satu bentuk konkret dari semangat tersebut. Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga memberikan pengalaman kepada siswa mengenai bagaimana sebuah kegiatan sosial direncanakan, dilaksanakan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur, baik warga sekolah, alumni, pemerintah desa maupun masyarakat sekitar.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membentuk generasi yang memiliki kepedulian, empati, kemandirian, serta semangat gotong royong.
Kehadiran Kepala Desa Semampir Lukman Mualim sebagai alumni juga menjadi pengingat bahwa hubungan antara sekolah dan alumninya dapat terus terjalin meskipun telah menyelesaikan pendidikan. Alumni dapat berperan dalam memberikan dukungan, inspirasi maupun kontribusi bagi perkembangan almamater dan masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan kokurikuler tersebut, SMP Wachid Hasjim 9 Sedati menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan karakter melalui kegiatan nyata. Semangat tanggap bencana dan peduli sesama diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dapat menjadi nilai yang terus diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial serta mampu mengambil peran ketika masyarakat menghadapi berbagai kondisi yang membutuhkan solidaritas dan kebersamaan. (Abie)






