Kaderisasi Atlet Sejak Dini: 288 Pelajar Ramaikan SMAPI Silat Cup I, Bupati Madiun Siapkan Sekolah Rintisan Olahraga

  • Whatsapp
Foto: Bupati Madiun H. Hari Wuryanto membuka Kejuaraan Pencak Silat Antarpelajar SMAPI Silat Cup I di SMA Negeri Pilangkenceng, Senin (12/10/2026).
Foto: Bupati Madiun H. Hari Wuryanto membuka Kejuaraan Pencak Silat Antarpelajar SMAPI Silat Cup I di SMA Negeri Pilangkenceng, Senin (12/10/2026).

MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Pemerintah Kabupaten Madiun terus memperkuat pembinaan atlet pencak silat sejak usia dini. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Antarpelajar SD dan SMP se-Madiun bertajuk SMAPI Silat Cup I oleh Bupati Madiun H. Hari Wuryanto di SMA Negeri Pilangkenceng, Senin (12/10/2026).

Kejuaraan yang mengusung semangat “Tangguh Berprestasi” ini berlangsung pada 12–15 Oktober 2026 untuk memeriahkan HUT ke-27 SMA Negeri Pilangkenceng. Sebanyak 288 pelajar ambil bagian dalam kompetisi tersebut, terdiri atas 148 siswa sekolah dasar (SD) dan 140 siswa sekolah menengah pertama (SMP).

Bacaan Lainnya

Ajang ini tidak sekadar menjadi arena adu kemampuan bela diri. SMAPI Silat Cup I juga diarahkan sebagai wadah pembinaan karakter, penguatan mental bertanding, serta penanaman nilai sportivitas dan persaudaraan di kalangan pesilat muda.

Dalam sambutannya, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menegaskan bahwa pencak silat memiliki nilai lebih dari sekadar olahraga bela diri. Seni bela diri tradisional tersebut merupakan warisan budaya bangsa yang mengajarkan kedisiplinan, keberanian, ketangguhan, penghormatan, dan pengendalian diri.

Foto: Bupati Madiun H. Hari Wuryanto membuka Kejuaraan Pencak Silat Antarpelajar SMAPI Silat Cup I di SMA Negeri Pilangkenceng, Senin (12/10/2026).
Foto: Bupati Madiun H. Hari Wuryanto membuka Kejuaraan Pencak Silat Antarpelajar SMAPI Silat Cup I di SMA Negeri Pilangkenceng, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, pembinaan pencak silat sejak usia sekolah menjadi langkah penting untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kemampuan teknik, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kompetisi, para pelajar dapat belajar menaati aturan, menghormati lawan, menerima hasil pertandingan dengan lapang dada, serta mengendalikan emosi ketika menghadapi tekanan.

Bupati menilai, kejuaraan antarpelajar seperti SMAPI Silat Cup I juga memiliki peran strategis dalam menjaring bibit atlet potensial yang dapat dikembangkan untuk membawa nama Kabupaten Madiun ke tingkat regional, nasional, hingga jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

“Kabupaten Madiun dikenal sebagai Bumi Kampung Pesilat. Identitas ini harus kita jaga bersama, tidak hanya melalui banyaknya perguruan pencak silat, tetapi juga melalui sikap dan perilaku para pesilat yang menjunjung tinggi persaudaraan dan kerukunan,” tegasnya.

Foto: Bupati Madiun H. Hari Wuryanto membuka Kejuaraan Pencak Silat Antarpelajar SMAPI Silat Cup I di SMA Negeri Pilangkenceng, Senin (12/10/2026).
Foto: Bupati Madiun H. Hari Wuryanto membuka Kejuaraan Pencak Silat Antarpelajar SMAPI Silat Cup I di SMA Negeri Pilangkenceng, Senin (12/10/2026).

Keikutsertaan 288 pelajar dalam SMAPI Silat Cup I menunjukkan pentingnya ruang kompetisi yang terarah bagi generasi muda. Dengan mengikuti kejuaraan, para peserta memiliki kesempatan mengukur kemampuan, meningkatkan pengalaman bertanding, serta mengembangkan teknik dan taktik pencak silat.

Bupati Hari Wuryanto berpesan agar seluruh peserta mengikuti pertandingan dengan sungguh-sungguh dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Kepatuhan terhadap peraturan serta penghormatan kepada lawan dan wasit harus menjadi prinsip utama selama kompetisi berlangsung.

Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan perguruan tidak boleh menjadi alasan munculnya permusuhan. Seluruh pesilat merupakan bagian dari keluarga besar Kampung Pesilat Kabupaten Madiun yang harus menjaga kerukunan dan persaudaraan.

Karena itu, prestasi olahraga harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Kemenangan tidak boleh melahirkan kesombongan, sedangkan kekalahan harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan pada pertandingan berikutnya.

Foto: Bupati Madiun H. Hari Wuryanto membuka Kejuaraan Pencak Silat Antarpelajar SMAPI Silat Cup I di SMA Negeri Pilangkenceng, Senin (12/10/2026).
Foto: Bupati Madiun H. Hari Wuryanto membuka Kejuaraan Pencak Silat Antarpelajar SMAPI Silat Cup I di SMA Negeri Pilangkenceng, Senin (12/10/2026).

Upaya memperkuat regenerasi atlet juga diarahkan melalui pengembangan sistem pembinaan olahraga di lingkungan pendidikan. Bupati Madiun mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun tengah menggagas sekolah rintisan olahraga untuk jenjang SD dan SMP.

Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju pembentukan sekolah khusus olahraga yang dapat mengembangkan potensi peserta didik secara lebih terarah.

Melalui program ini, bakat pelajar di bidang olahraga diharapkan dapat dikenali sejak dini dan memperoleh kesempatan pembinaan yang berkesinambungan. Dengan demikian, proses pencarian dan pengembangan atlet tidak hanya bergantung pada kejuaraan, tetapi juga didukung oleh lingkungan pendidikan yang memberikan perhatian terhadap potensi olahraga siswa.

Bupati berharap SMAPI Silat Cup dapat diselenggarakan secara berkelanjutan. Kompetisi rutin dinilai penting untuk menambah jam terbang atlet, meningkatkan kemampuan teknik dan taktik, serta membentuk kesiapan mental dan pengendalian emosi ketika bertanding.

Kepala SMA Negeri Pilangkenceng, Kristianita Sunaringtias, mengatakan penyelenggaraan SMAPI Silat Cup I bertujuan melestarikan pencak silat sekaligus mengenalkan warisan budaya bangsa kepada generasi muda.

Ia menilai tingginya minat anak-anak dan remaja di wilayah Pilangkenceng terhadap pencak silat perlu didukung melalui kegiatan kompetitif yang sehat, terarah, dan mampu mempertemukan para pesilat dari berbagai sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk berlatih, berkompetisi secara sehat, serta membangun komunikasi dan persaudaraan,” ujarnya.

Selain berorientasi pada pembinaan atlet, kejuaraan ini juga menjadi sarana memperkenalkan SMA Negeri Pilangkenceng kepada masyarakat melalui kegiatan yang memadukan pendidikan, olahraga, dan pelestarian budaya.

Panitia turut menghadirkan atlet nasional Deni Aprisani untuk memberikan motivasi serta berbagi inspirasi kepada para peserta. Kehadiran atlet tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat para pesilat muda untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan demi meraih prestasi.

Pembukaan kejuaraan dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Agus Prayitno, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun Lena, jajaran kepala perangkat daerah terkait, Camat Pilangkenceng, kepala desa se-Kecamatan Pilangkenceng, jajaran Forkopimcam, keluarga besar SMA Negeri Pilangkenceng, serta para peserta.

Usai membuka SMAPI Silat Cup I, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto berkeliling meninjau sejumlah stan yang dikelola siswa-siswi SMA Negeri Pilangkenceng.

Berbagai produk ditampilkan dan dijajakan dalam kegiatan tersebut, termasuk aneka makanan hasil kreasi para siswa. Bupati juga mencicipi sejumlah hidangan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan semangat kewirausahaan peserta didik.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa lingkungan sekolah dapat menjadi ruang pengembangan berbagai potensi siswa, mulai dari olahraga dan pelestarian budaya hingga kreativitas serta kewirausahaan.

Melalui SMAPI Silat Cup I, Pemerintah Kabupaten Madiun diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet pencak silat secara berkelanjutan sekaligus menjaga identitas daerah sebagai Bumi Kampung Pesilat. Dukungan terhadap atlet sejak usia dini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *