Portable Mobile X-Ray dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya Bersama Puskesmas tanjung Perak Gencarkan Skrining TB Di Balai RW 01 sampoerna Krembangan Utara kecamatan pabean Cantian

  • Whatsapp
IMG 20261013 WA0021

Surabaya, Nusantaraabadinews.com – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) dengan menggelar program skrining TB menggunakan portable mobile X-ray. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperluas deteksi dini kasus TB.

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kota Surabaya Dan Puskesmas Tanjung Perak , mengatakan program skrining TB di wilayah RW 01 sampoerna Kelurahan Krembangan Utara Kecamatan Pabean Cantian. Selasa 13/09/2026

Pelaksanaannya dimulai Jam 08.00 wib Sampai Selesai, karena perangkat portable mobile X-ray diterima dari Kesehatan Kota Surabaya Melalui perangkat ini, petugas mendeteksi sasaran dengan pemeriksaan rontgen dada.

IMG 20261013 WA0022 IMG 20261013 WA0023

“Kami saat ini sedang gencar melaksanakan program skrining TB dengan portable mobile X ray untuk mempercepat case detection rate atau penemuan kasus secara dini guna memutus rantai penularan TB di masyarakat,” ungkapnya.

hingga kini skrining telah dilaksanakan enam kali dengan jumlah sasaran Pemeriksaan diprioritaskan bagi kelompok rentan dan berisiko tinggi. Seperti kontak erat pasien TB, masyarakat yang mengalami batuk lebih dari dua minggu, balita dengan gizi kurang atau berat badan menurun, serta penderita penyakit penyerta seperti diabetes dan HIV.
“Melalui skrining TB dengan mobile X-ray, kelainan paru dapat terdeteksi lebih awal sehingga pengobatan bisa segera dilakukan. Dengan demikian, risiko penularan dapat ditekan,” ujarnya

Ke depan, Dinas Kesehatan kota Surabaya kerja sama dengan puskesmas menargetkan kegiatan skrining dapat menjangkau sedikitnya 100 peserta di setiap kelurahan Kota Surabaya agar cakupan deteksi dini semakin luas. Dengan demikian, Pemerintah Kota Surabaya dapat mendukung target nasional eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *