Tim Pengabdian UNAIR Gelar Workshop dan FGD Ekonomi Inklusif bagi Difabel Tuban, Gandeng Jatim Inklusi

  • Whatsapp
IMG 20261022 WA0032

TUBAN, Nusantaraabadinews.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) yang diketuai Prof. Dr. H. Jusuf Irianto menggelar workshop dan Focus Group Discussion (FGD) penguatan ekonomi bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Tuban, Kamis (15/10/2026). Bekerja sama dengan Jatim Inklusi, kegiatan pukul 10.00-13.00 WIB di Kantor Kelurahan Doromukti, Tuban ini diikuti sekitar 50 difabel anggota Jatim Inklusi. Tujuannya yakni untuk membekali peserta dengan keterampilan usaha dan membangun kerja sama lintas pihak melalui pendekatan Inclusive Social Solidarity Economy (SSE), lewat pelatihan praktik dan diskusi kelompok.

Tim pengabdian terdiri atas Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., Prof. Sulikah Asmorowati, S.Sos., M.Dev.ST., Ph.D., dan Pramesti Pradna Paramita, M.Ed.Psych., Ph.D., bersama mahasiswa. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kemitraan FISIP dan LPMB UNAIR bertajuk “Menuju Inclusive Social Solidarity Economy: Strategi Inovatif Pemberdayaan Difabel Tuban berbasis Talent Development and Skill”. Sebelumnya, pada Sabtu (3/10/2026), tim telah menggelar sosialisasi dan FGD tentang hak ekonomi penyandang disabilitas, konsep SSE, serta potret dan tantangan ekonomi difabel di Tuban.

Program ini dilatarbelakangi data yang mencatat sekitar 4.718 difabel di Kabupaten Tuban. Jatim Inklusi mewadahi sekitar 250 di antaranya, dan anggotanya telah merintis usaha mikro seperti pijat dan potong rambut, warung, bengkel, laundry, jual beli rosokan, servis elektronik, jahit, serta minuman keliling. Meski begitu, pelaku usaha masih menghadapi empat hambatan utama: terbatasnya akses pelatihan vokasional, rendahnya literasi digital, keterbatasan modal, dan stigma sosial.
“Sebagai tim pengusul, kami berupaya agar teman-teman difabel memiliki ekonomi yang berdaya dan setara dengan masyarakat lainnya,” ujar Prof. Sulikah Asmorowati, S.Sos., M.Dev.ST., Ph.D., selaku koordinator program.

IMG 20261022 WA0031Pada sesi workshop, peserta mengikuti tiga materi. Dimulai dari materi pertama yakni pengembangan bakat yang mengajak peserta mengenali minat dan kekuatan diri, lalu menyusun tujuan belajar yang jelas. Kedua, materi pemasaran digital yang melatih peserta memotret produk dengan ponsel, menulis keterangan produk, dan memanfaatkan WhatsApp Business serta Instagram. Selanjutnya juga ada materi manajemen usaha yang memandu peserta mengisi kartu rencana usaha, mencatat kas harian, menghitung harga jual dari harga pokok produksi dan margin, serta menerima pembayaran nontunai lewat QRIS.

Kegiatan ditutup dengan FGD tentang peran pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung ekonomi inklusif. “Saya berharap kita semua bisa membuktikan bahwa kita mampu bersatu dan mandiri, serta tidak menyerah,” kata Fira Fitri Fitria, S.E., M.K.P., selaku Ketua Jatim Inklusi. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *