Kasus Hilangnya Ibu dan Anak di Madiun Mengarah Dugaan Pembunuhan, Jatanras Polda Jatim Buru Suami Siri

  • Whatsapp
Image 1783267294037 2y4hr3

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com –Kasus hilangnya DH (30), seorang perempuan asal Bogor, Jawa Barat, bersama putranya yang masih berusia empat tahun, AG, di Kota Madiun, Jawa Timur, mulai mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. Kepolisian kini tengah memburu DBM, suami siri DH, yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan hilangnya ibu dan anak tersebut.

Perkembangan kasus ini menjadi perhatian publik setelah informasi mengenai hilangnya DH dan AG viral di platform media sosial Threads beberapa waktu lalu. Sejak laporan kehilangan diterima, aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap keberadaan keduanya sekaligus menelusuri kemungkinan adanya tindak pidana di balik peristiwa tersebut.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Arbaridi Jumhur, pada Minggu (25/10/2026), menyampaikan bahwa dugaan pembunuhan muncul setelah tim penyidik menemukan sejumlah kejanggalan selama proses penyelidikan.

Penyelidikan dilakukan oleh tim Jatanras Polda Jatim bersama Satreskrim Polres Madiun Kota. Sejumlah petunjuk telah dikumpulkan, termasuk barang bukti yang dinilai perlu didalami untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi terhadap DH dan AG.

Menurut Jumhur, kecurigaan penyidik tidak muncul tanpa dasar. Selama proses penelusuran, polisi menemukan beberapa petunjuk yang mengarah pada dugaan adanya tindak pidana serius.

“Selama perjalanan penyelidikan itu kita menemukan kecurigaan-kecurigaan, petunjuk-petunjuk, ada barang bukti yang kita dapat juga. Indikasi mengarah ke pembunuhan,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyelidikan kini tidak hanya berfokus pada pencarian orang hilang, tetapi juga mendalami kemungkinan bahwa keduanya menjadi korban tindak kejahatan.

DH dan AG diketahui telah dilaporkan hilang sejak 20 September 2026. Keduanya berasal dari Bogor, Jawa Barat, sementara DBM, yang merupakan suami siri DH, diketahui berasal dari Kota Madiun.

Laporan orang hilang tersebut tercatat di Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026. Setelah menerima laporan, kepolisian melakukan serangkaian langkah penyelidikan untuk menelusuri keberadaan ibu dan anak tersebut.

Dalam prosesnya, penyidik mulai mencermati hubungan antara DH dan DBM serta berbagai aktivitas yang diduga berkaitan dengan hilangnya kedua korban.

Kecurigaan terhadap DBM semakin berkembang seiring ditemukannya sejumlah petunjuk. Meski demikian, dugaan keterlibatan yang bersangkutan masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan dan didukung alat bukti yang sah.

Salah satu petunjuk yang menjadi perhatian penyidik adalah rekaman kamera pengawas atau CCTV di sebuah hotel di Kota Madiun.

IMG 20261025 WA0075“Rekaman tersebut memperlihatkan aktivitas DBM yang dinilai mencurigakan, termasuk ketika ia terlihat membawa sebuah barang berukuran besar keluar dari hotel.

Aktivitas tersebut kini menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan keterkaitannya dengan hilangnya DH dan AG.

Penyidik perlu mendalami lebih lanjut waktu kejadian, jenis barang yang dibawa, serta kaitannya dengan petunjuk dan barang bukti lain yang telah ditemukan selama penyelidikan.

Kendati demikian, rekaman CCTV tersebut belum dengan sendirinya membuktikan terjadinya pembunuhan maupun memastikan nasib DH dan AG. Kepolisian masih perlu menghubungkan seluruh petunjuk yang ada guna memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut.

Seiring berkembangnya penyelidikan, keberadaan DBM kini menjadi salah satu fokus utama aparat kepolisian. Yang bersangkutan dilaporkan menghilang dan saat ini sedang dicari oleh tim Jatanras Polda Jatim bersama Satreskrim Polres Madiun Kota.

Pengejaran dilakukan untuk menemukan DBM sekaligus memperoleh keterangan yang dapat membantu penyidik mengungkap kasus hilangnya DH dan AG.

Kepolisian juga terus menelusuri berbagai petunjuk yang telah dikumpulkan, termasuk rekaman CCTV dan barang bukti lain yang ditemukan selama proses penyelidikan.

Keberadaan DBM dinilai penting untuk memperjelas rangkaian peristiwa sejak DH dan AG terakhir diketahui hingga munculnya dugaan tindak pidana pembunuhan.

Namun, hingga informasi ini disusun, belum ada keterangan mengenai penangkapan DBM maupun kepastian tentang keberadaan DH dan AG.

Kasus hilangnya DH dan AG menjadi perhatian karena melibatkan seorang ibu dan anak yang masih berusia empat tahun. Perkembangan penyelidikan yang mengarah pada dugaan pembunuhan pun menambah kekhawatiran masyarakat terhadap nasib keduanya.

Polisi diharapkan dapat segera menemukan DBM dan mengungkap fakta-fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Selain itu, keberadaan DH dan AG perlu dipastikan agar keluarga memperoleh kejelasan mengenai nasib keduanya.

Dalam penanganan perkara ini, setiap petunjuk dan barang bukti harus diperiksa secara cermat agar kesimpulan penyidikan didasarkan pada fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Masyarakat juga diharapkan tidak terburu-buru menyimpulkan atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Hingga kini, tim Jatanras Polda Jatim bersama Polres Madiun Kota masih melakukan pengejaran terhadap DBM dan mendalami dugaan pembunuhan yang muncul dalam penyelidikan hilangnya DH dan AG.

Publik pun menantikan perkembangan lebih lanjut dari kepolisian, terutama mengenai keberadaan ibu dan anak tersebut serta pengungkapan secara menyeluruh atas peristiwa yang telah menyita perhatian masyarakat ini. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *