SIDOARJO, Nusantaraabadinews.com – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2026, Anthon Hidayat, Staf Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya, menyampaikan ucapan selamat Hari Sumpah Pemuda kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda yang menjadi harapan dan penerus perjuangan bangsa.
Dengan mengusung semangat “Pemuda Bergerak, Indonesia Maju”, peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan komitmen persatuan, meningkatkan rasa cinta Tanah Air, serta membangun semangat nasionalisme di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Anthon Hidayat menyampaikan bahwa Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah yang dilaksanakan setiap tahun, melainkan juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Semangat perjuangan para pemuda terdahulu harus terus diwariskan dan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah perjalanan bangsa. Pemuda diharapkan mampu menjadi generasi yang berkarakter, berilmu, memiliki integritas, serta berdaya saing untuk menghadapi berbagai tantangan di era modern.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat “Berkarakter, Berilmu, Berdaya Saing untuk Indonesia”, yang menjadi pesan inspiratif dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun ini.
Pemuda yang berkarakter diharapkan mampu menjunjung tinggi nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama. Sementara itu, pemuda yang berilmu harus senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Di sisi lain, daya saing juga menjadi hal penting yang harus dimiliki generasi muda. Dengan bekal pendidikan, kreativitas, inovasi, serta semangat pantang menyerah, pemuda Indonesia diharapkan mampu menghadapi perkembangan zaman dan mengambil bagian dalam pembangunan nasional.
Hari Sumpah Pemuda memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi perjalanan bangsa Indonesia. Pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai daerah, suku, dan latar belakang berkumpul dalam Kongres Pemuda II untuk meneguhkan tekad persatuan sebagai satu bangsa.
Ikrar Sumpah Pemuda menjadi tonggak penting dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia. Melalui ikrar tersebut, para pemuda menyatukan semangat dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan, yakni bahasa Indonesia.
Semangat tersebut menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Sebaliknya, keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama demi mewujudkan Indonesia yang kuat, damai, dan sejahtera.
Bagi generasi muda saat ini, nilai-nilai Sumpah Pemuda tetap relevan untuk diterapkan di tengah perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, serta berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.
Para pemuda diharapkan dapat menggunakan kemajuan teknologi secara bijak, menyebarkan informasi yang benar, menghindari perpecahan, serta memperkuat sikap toleransi dan saling menghormati.
Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, masyarakat Indonesia diajak kembali menghayati tiga ikrar bersejarah yang menjadi landasan persatuan bangsa.
Pertama:
“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.”
Ikrar ini menegaskan bahwa seluruh rakyat Indonesia memiliki satu tanah air yang harus dijaga, dicintai, dan dipertahankan bersama.
Kedua:
“Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.”
Ikrar ini mengandung makna bahwa perbedaan suku, agama, budaya, bahasa daerah, dan latar belakang tidak mengurangi identitas bersama sebagai bangsa Indonesia.
Ketiga:
“Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”
Ikrar ini menegaskan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang menghubungkan masyarakat dari berbagai daerah sekaligus memperkuat identitas nasional.
Ketiga ikrar tersebut menjadi pengingat bahwa persatuan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap saling menghargai, menjaga kerukunan, menaati aturan, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
Sebagai bagian dari jajaran petugas pemasyarakatan, Anthon Hidayat turut mengajak generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif dan bermanfaat. Semangat kepemudaan dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan keterampilan, kepedulian sosial, serta partisipasi aktif dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan lingkungan.
Ia berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 dapat menjadi dorongan bagi seluruh generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Semangat persatuan juga perlu ditanamkan dalam lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat. Dengan menjunjung tinggi toleransi serta mengedepankan semangat gotong royong, berbagai perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau penyampaian ucapan semata. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Melalui semangat “Pemuda Bergerak, Indonesia Maju”, Anthon Hidayat berharap pemuda Indonesia semakin berani mengambil peran, memiliki karakter yang kuat, menguasai ilmu pengetahuan, serta mampu bersaing secara positif di tingkat nasional maupun global.
“Berkarakter, Berilmu, Berdaya Saing untuk Indonesia. Pemuda Bergerak, Indonesia Maju.”
Mari terus menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang semakin maju, berdaulat, serta bermartabat. (@bie)






