Semarang – Nusantaraabadinews.com- ,Lapas Kelas IIB Batang mengikuti kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar dalam rangkaian Kunjungan Kerja (KUNKER) Spesifik Komisi XIII DPR RI ke Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan di Ballroom Metro Park View Hotel Kota Lama Semarang, Jumat (18/07).
Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Rinto Subekti, dan dihadiri oleh jajaran pejabat Pemasyarakatan dan Keimigrasian Jawa Tengah, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah, Kepala Kantor Wilayah Ditjenim Jawa Tengah, serta seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi se-Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi XIII DPR, Rinto Subekti menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, memaparkan sejumlah poin terkait Pemasyarakatan di wilayah Jawa Tengah. Beliau menegaskan komitmen jajaran Pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan.
Beliau menyoroti berbagai program kemandirian yang telah berjalan di sejumlah UPT, termasuk pertanian, peternakan, dan perikanan di Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal yang mampu menghasilkan komoditas bernilai ekonomi seperti 70.000 ekor ikan nila salin, 3.000 ayam kampung unggulan, dan 1,78 ton jagung. “Lapas terbuka Kendal memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan karena letaknya yang dekat dengan masyarakat,” ujar Kakanwil.
Selain itu, Kakanwil juga memaparkan keberhasilan pembinaan berbasis keterampilan, khususnya dalam bidang kerajinan. Produk warga binaan seperti batik tulis, sulam pita, tas, dan roti telah berhasil menembus pasar luar negeri, antara lain Korea Selatan, Kanada, dan Vatikan.
“Pembinaan tidak bisa hanya simbolis. Kami pastikan warga binaan memiliki keterampilan dan nilai guna ketika kembali ke masyarakat. Bahkan hasil karya mereka kini sudah mampu berbicara di tingkat internasional,” ujar Kakanwil.
Di bidang keamanan dan ketertiban, langkah-langkah antisipatif juga terus diperkuat melalui penggeledahan rutin, tes urine acak, serta sinergi dengan TNI, Polri, dan BNN untuk mencegah peredaran gelap narkoba dan menjaga kondusivitas di dalam Lapas dan Rutan.
Mardi Santoso juga menambahkan, “Kami terbuka terhadap kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Pemasyarakatan adalah tanggung jawab bersama, dan keberhasilan pembinaan hanya bisa tercapai melalui sinergi yang kuat.”
Sebagai penutup, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Rinto Subekti, kembali menyampaikan apresiasi atas keterbukaan serta inovasi program pembinaan yang telah dijalankan jajaran pemasyarakatan dan imigrasi di Jawa Tengah. Beliau mendorong kepada seluruh jajaran agar dapat meningkatkan kerjasama dan menjalin sinergitas yang baik dengan pemerintah daerah setempat.
“Kami mendorong agar jajaran pemasyarakatan dan imigrasi terus menjalin kerja sama dan berinteraksi aktif dengan pemerintah daerah setempat. Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk kemajuan sistem pemasyarakatan dan pelayanan keimigrasian di Jawa Tengah,” ujar Rinto Subekti.
Melalui rapat ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara legislatif dan pelaksana teknis daerah dalam membangun sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, produktif, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Humas Lapas Batang
#kemenimipas
#guardandguide
#infoimipas
#pemasyarakatan
#lapasbatang






