NGAWI, Nusantaraabadinews.com – Investigasi yang dilakukan oleh tim independen bersama warga terhadap aktivitas PT YOBOSHI di wilayah Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, mengungkap sejumlah indikasi yang memerlukan perhatian serius dari pihak berwenang. Penelusuran lapangan ini dilakukan selama dua hari, Selasa–Rabu, 30–31 Juli 2025.
Pada Selasa (30/7), tim menemui Kepala Desa Tempuran, Muhaji, untuk mengklarifikasi status jalan akses ke pabrik. Ia menegaskan bahwa tidak ada MoU antara pemerintah desa dan pihak PT YOBOSHI, karena jalan tersebut merupakan jalan pengairan, bukan aset desa.
Pabrik diketahui berdiri di lahan yang sebelumnya milik seorang anggota dewan yang dikenal masyarakat dengan nama Win Gondrong, dan kini telah dijual ke PT YOBOSHI. Lokasi pabrik berada di perbatasan administratif antara Desa Tempuran dan Desa Geneng.
Data lama dari Google Earth menunjukkan bahwa jalan yang kini menjadi akses utama ke pabrik dulunya hanya sekitar 30 cm. Kini telah dilebarkan menjadi sekitar 3,5 meter, namun tidak diketahui proses legalitas atau izinnya.
Pada Rabu (31/7), tim kembali ke lapangan dan bertemu seorang mandor berinisial A, yang mengatakan:
“Setahu saya, pabrik ini diawasi oleh orang desa dan ada kaitannya dengan salah satu partai politik.”
Pernyataan ini belum dapat dibuktikan, namun memperkuat dugaan bahwa aktivitas pabrik tidak sepenuhnya transparan di mata warga.
Pantauan di lapangan mendapati bahwa limbah hasil pencucian truk molen diduga langsung dibuang ke sungai. Terlihat tumpukan sisa semen di tepian sungai, dan pengukuran pH menunjukkan air bersifat terlalu basa, berpotensi merusak ekosistem sekitar.
Warga juga mempertanyakan keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang seharusnya menjadi syarat utama beroperasinya sebuah pabrik skala besar.
Tim telah berupaya menghubungi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi melalui pesan WhatsApp guna menanyakan soal pengelolaan limbah dan izin lingkungan PT YOBOSHI. Namun, hingga berita ini ditulis, belum diperoleh tanggapan. Informasi sementara menyebutkan bahwa pejabat terkait sedang berada di luar kota.
Upaya klarifikasi juga dilakukan ke kediaman Bupati Ngawi, namun petugas menyampaikan bahwa Bupati sedang dalam kegiatan dinas luar daerah sejak awal pekan.
Hingga kini, pihak PT YOBOSHI belum memberikan tanggapan resmi. Tim tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak demi menjaga prinsip informasi yang objektif, berimbang, dan sesuai dengan kaidah keterbukaan publik. (ANTOK)






