Polisi Redam Bentrokan Dua Kelompok Warga di Surabaya, Kapolrestabes Turun Tangan

  • Whatsapp
Compress 20250826 024320 0037
Polrestabes Surabaya amankan bentrokan dua kelompok warga di Jalan Embong Malang, Kapolrestabes Surabaya pimpin mediasi hingga damai.

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Aksi cepat Polrestabes Surabaya, Polda Jawa Timur, berhasil mencegah meluasnya bentrokan antar dua kelompok warga yang sempat memanas di kawasan Jalan Embong Malang, Surabaya, Minggu dini hari (24/8/2025).

Informasi awal terkait keributan itu pertama kali diterima dari Taruna Command Center 1.0. Laporan menyebut adanya pertikaian yang melibatkan penggunaan senjata tajam (sajam).

Compress 20250826 024320 0037
Polrestabes Surabaya amankan bentrokan dua kelompok warga di Jalan Embong Malang, Kapolrestabes Surabaya pimpin mediasi hingga damai.

Mendapat laporan tersebut, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan langsung turun ke lokasi guna memastikan situasi tetap terkendali.

Setibanya di lokasi, Kapolrestabes mendapati kedua kelompok warga telah terlibat cekcok yang kemudian berkembang menjadi aksi saling lempar batu. Seorang anggota polisi bahkan sempat terkena lemparan dalam insiden tersebut.

Compress 20250826 024320 0378
Polrestabes Surabaya amankan bentrokan dua kelompok warga di Jalan Embong Malang, Kapolrestabes Surabaya pimpin mediasi hingga damai.

Melihat kondisi semakin tidak terkendali, Tim Jogoboyo 97 segera meminta tambahan kekuatan dari Tim 2, 3, dan 4. Penebalan pasukan ini efektif menekan eskalasi bentrokan hingga situasi berangsur terkendali.

Meski sempat terjadi aksi saling serang, Polrestabes Surabaya lebih mengedepankan pendekatan persuasif. Upaya mediasi yang dipimpin langsung oleh Kombes Pol Luthfi Sulistiawan akhirnya membuahkan hasil.

Kedua kelompok warga sepakat berdamai dan berkomitmen tidak memperpanjang konflik.

“Perbedaan jangan sampai menjadi alasan untuk memecah persatuan. Kita semua bersaudara, mari menjaga Surabaya tetap aman dan damai,” tegas Kombes Luthfi.

Kapolrestabes Surabaya menegaskan bahwa pihak kepolisian akan selalu hadir untuk masyarakat, bukan hanya sebagai pengaman, tetapi juga sebagai penengah yang mengutamakan perdamaian.

“Dengan tercapainya mediasi antara kedua kelompok, situasi di kawasan Embong Malang kembali kondusif,” pungkasnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan mempercayakan penyelesaian konflik kepada aparat berwenang.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *