Peran Penting TNI Awasi Program MBG di Surabaya

  • Whatsapp
Img 20251101 Wa0051

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – TNI memegang peran penting dalam mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto di Surabaya.

Keterlibatan TNI ini bertujuan untuk memastikan program berjalan sesuai standar, memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, serta mengantisipasi potensi masalah seperti menu basi dan keracunan massal.

Bacaan Lainnya

Komandan Kodim 0830 Surabaya, Kolonel Inf Bambang Raditya, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan mulai dari proses memasak di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga pendistribusian makanan.

“Kita mengawasi mulai dari proses memasak, sampai dengan pendistribusian. Jadi di setiap SPPG itu sudah kita turunkan Babinsa yang bekerjasama dengan Babhinkamtibmas Polri, juga dibantu oleh Pemkot,” jelas Raditya, Jumat (31/10/25).

Terlebih, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga telah mengeluarkan surat edaran dan Surat Keputusan (SK) terkait dengan Satuan Tugas (Satgas) yang akan membantu mengawasi program ini.

Satgas tersebut terdiri dari berbagai dinas terkait, seperti dinas kesehatan dan dinas lingkungan hidup.

“Dari dinas kesehatan, dari dinas lingkungan hidup, sudah ada. Itu akan muter setiap hari bersama Babinsa dan Babhinkamtibmas, mulai dari proses masak sampai dengan distribusinya,” ujarnya.

TNI juga akan bertindak tegas jika menemukan adanya penyimpangan atau pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan program MBG ini.

“Jadi kita bantu mengawasi ketika terjadi. Di luar SOP kita akan langsung cut dan akan kita langsung komunikasikan dengan kepala dapur. Agar diperbaiki, dan mitra agar segera diperbaiki,” jelasnya lagi.

Hingga saat ini, sudah ada 23 dapur SPPG yang beroperasi di Surabaya dalam program MBG ini. Kolonel Bambang menambahkan.

“Nantinya akan menyusul sekitar 30 lagi yang sedang dalam proses pembangunan. Karena memang targetnya 270-an untuk dapur yang ada di Surabaya,” kata Raditya.

Dalam pengawasan yang telah dilakukan, sempat ditemukan laporan mengenai SOP yang tidak sesuai. Namun, TNI dengan sigap mengambil tindakan.

“Ada kemarin yang sebagian kecil yang basi, tapi kita bisa langsung cut dan kita komunikasikan langsung dengan pihak SPPG. Dan langsung diganti,” jelasnya.

Tindakan cepat ini dilakukan untuk mencegah dampak negatif seperti keracunan atau masalah kesehatan lainnya pada siswa penerima manfaat.

“Sehingga tidak menimbulkan ekses negatif seperti keracunan, ataupun ada yang sakit dari makanan tersebut. Sebelum sampai ke siswa itu sendiri? Ya, kita sudah langsung cut. Dan apabila memang ada yang tercium, karena ada petugas yang dimendampingi akan langsung segera dilaporkan,” ungkap Raditya.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *