Closing Expo dan Expose SMK Jawa Timur 2026: Perkuat Employability dan Kolaborasi Industri, Jatim Siap Jadi Model Nasional Vokasi

  • Whatsapp
IMG 20260214 WA0098

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Expo & Expose SMK Jawa Timur 2026 menjadi momentum strategis dalam penguatan pendidikan vokasi di Jawa Timur. Ajang yang mempertemukan ratusan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri ini bukan sekadar pameran karya dan inovasi siswa, melainkan ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang adaptif, relevan dengan kebutuhan pasar kerja, serta berdaya saing global.

Kegiatan penutupan (closing) yang digelar di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kota Surabaya, pada Jumat sore (14/02/2026) dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Arie Wibowo Khurniawan. Penutupan berlangsung penuh semangat dan optimisme terhadap masa depan pendidikan vokasi di Jawa Timur.

IMG 20260214 WA0096Dalam sambutannya, Arie Wibowo Khurniawan menegaskan bahwa Expo & Expose SMK Jawa Timur 2026 merupakan panggung pembuktian kualitas SMK di Jawa Timur. Menurutnya, pendidikan vokasi tidak cukup dinilai dari proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi harus diukur dari sejauh mana lulusan mampu terserap dan berkontribusi di dunia kerja.

“Ukuran keberhasilan pendidikan vokasi adalah employability. Ending dari seluruh proses pendidikan vokatif adalah seberapa kuat lulusan kita diterima dan berkontribusi di dunia kerja serta dunia industri,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi perkembangan teaching factory dan teaching industry di berbagai SMK Jawa Timur yang dinilainya sangat kompetitif. Konsep pembelajaran berbasis produksi nyata dan kemitraan industri tersebut dinilai telah membawa SMK semakin dekat dengan standar kebutuhan industri.

Bahkan, berdasarkan pengalamannya turun langsung ke sekolah-sekolah, kualitas praktik dan hasil produksi siswa SMK disebut tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri strategis. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi SMK telah berjalan ke arah yang tepat, yakni menghadirkan pembelajaran berbasis kompetensi dan pengalaman kerja riil.

Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah pusat terus mendorong percepatan transformasi SMK. Pada tahun 2025, sebanyak 472 SMK di Jawa Timur menerima bantuan dengan total anggaran Rp430 miliar. Bantuan tersebut difokuskan pada program revitalisasi sarana dan prasarana, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan kemitraan industri.

Menurut Arie, investasi tersebut merupakan langkah strategis dalam menyiapkan SDM unggul yang siap bersaing di era industri modern dan transformasi digital. Ia berharap dukungan tersebut mampu meningkatkan kualitas lulusan serta memperluas jejaring kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.

IMG 20260214 WA0095Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa SMK memiliki peran sentral dalam menyiapkan generasi unggul sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah. Pendidikan vokasi, menurutnya, menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kompetensi dan produktivitas.

“Kita ingin memastikan bahwa anak-anak SMK Jawa Timur tidak hanya lulus, tetapi langsung siap kerja, siap berwirausaha, bahkan siap menciptakan lapangan pekerjaan. SMK harus menjadi solusi atas kebutuhan industri dan tantangan masa depan,” ujar Khofifah.

Ia menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem vokasi yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, sekolah, dan dunia industri harus terus diperkuat agar kurikulum, praktik pembelajaran, hingga sertifikasi kompetensi benar-benar selaras dengan kebutuhan lapangan kerja.

“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa kemitraan yang kuat antara pemerintah, sekolah, dan industri, kita tidak akan mampu menghadirkan pendidikan yang relevan. Penandatanganan MoU hari ini harus kita maknai sebagai komitmen bersama untuk membuka lebih banyak peluang bagi lulusan SMK,” tambahnya.

Khofifah optimistis, dengan jumlah SMK dan peserta didik yang besar, Jawa Timur memiliki potensi kuat menjadi model nasional pendidikan vokasi. Provinsi ini dinilai memiliki kekuatan pada sisi sumber daya manusia, jejaring industri yang luas, serta budaya inovasi yang terus berkembang di sekolah-sekolah.

“Jawa Timur harus menjadi role model nasional. Kita punya SDM, jejaring industri, dan semangat inovasi. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas, konsistensi, dan keberlanjutannya,” tegasnya.

IMG 20260214 WA0099IMG 20260214 WA0082 IMG 20260214 WA0071 IMG 20260214 WA0079Selama pelaksanaan Expo & Expose SMK Jawa Timur 2026, berbagai inovasi siswa dipamerkan, mulai dari produk teknologi terapan, karya kreatif industri, hingga layanan jasa berbasis teaching factory. Forum business matching serta penandatanganan kerja sama strategis antara SMK dan mitra industri juga menjadi bagian penting dalam memperluas akses magang, praktik kerja industri, hingga peluang rekrutmen langsung bagi lulusan.

Penutupan expo ini tidak dimaknai sebagai akhir dari rangkaian agenda, melainkan sebagai pembuka akses menuju masa depan yang lebih luas bagi para siswa SMK. Momentum ini menjadi simbol bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur semakin terhubung dengan industri, teknologi, dan kebutuhan riil dunia kerja.

Dengan komitmen kolaboratif dan dukungan berkelanjutan, SMK Jawa Timur diharapkan terus melahirkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di kancah global. (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *