SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Puluhan elemen masyarakat yang tergabung dalam berbagai organisasi dan komunitas di Kota Surabaya menggelar aksi solidaritas untuk Palestina di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Pemuda Surabaya, tepatnya di kawasan Patung Gubernur Suryo, Minggu (17/5/2027).
Aksi yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB tersebut berlangsung tertib dan penuh semangat perjuangan. Sedikitnya 36 elemen masyarakat hadir menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mengecam agresi militer yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Palestina serta Iran.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penegasan semangat nasionalisme dan solidaritas kemanusiaan. Setelah itu, aksi dilanjutkan dengan orasi dari masing-masing ketua organisasi masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Salah satu elemen yang turut hadir dalam aksi tersebut adalah BGRP Surabaya yang dipimpin langsung oleh Ketua BGRP Surabaya, Bapak Kongko Windani, bersama seluruh anggota organisasi.
Dalam orasinya, para tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi menegaskan bahwa perjuangan rakyat Palestina merupakan persoalan kemanusiaan yang harus mendapat perhatian dunia internasional, termasuk Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai kemerdekaan dan anti penjajahan.
Massa aksi secara bergantian menyerukan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina dan mendesak dihentikannya seluruh bentuk kekerasan serta agresi militer yang dinilai telah menimbulkan penderitaan rakyat sipil.
Selain menyuarakan solidaritas untuk Palestina, massa aksi juga menyampaikan penolakan terhadap keterlibatan Indonesia dalam “Board of Peace” yang mereka nilai tidak sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Dalam tuntutannya, para peserta aksi meminta pemerintah Indonesia untuk keluar dari forum tersebut karena dianggap sebagai bentuk “penjajahan gaya baru” yang bertentangan dengan prinsip kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
“Amanah UUD 1945 sudah jelas bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” seru salah satu orator di tengah massa aksi.
Semangat perjuangan para peserta aksi juga diwarnai dengan semangat heroik arek-arek Suroboyo tempo dulu. Mereka mengaku terinspirasi oleh semangat perjuangan rakyat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia sehingga merasa terpanggil untuk ikut menyuarakan keadilan bagi Palestina.
Sepanjang kegiatan berlangsung, peserta aksi membawa berbagai atribut organisasi, bendera Palestina, poster kecaman terhadap agresi militer, serta spanduk berisi seruan kemerdekaan Palestina.
Aksi solidaritas tersebut mendapat perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Pemuda Surabaya. Meski diikuti puluhan elemen masyarakat, kegiatan berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat keamanan.
Melalui aksi tersebut, elemen masyarakat Surabaya berharap pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah tegas dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina serta memperjuangkan perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi bangsa Indonesia. (Abie)






