Yogyakarta, Nusantaraabadinews.com – Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., menghadiri kegiatan Seremonial Penerimaan Rombongan Bhikkhu Indonesia Walk For Peace (IWFP) Tahun 2026 dari tiga negara yakni Thailand, Malaysia dan Laos, dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Raya Waisak 2570 BE/2026, bertempat di Bangsal Kepatihan, Kelurahan Suryatmajan, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta, Senin (25/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Panitia Pelaksana Indonesia Walk For Peace (IWFP) 2026 Wilayah Jawa Tengah–DIY itu diikuti sekitar 100 peserta. Hadir di antaranya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wakapolda DIY Brigjen Pol. Eddy Djunaedi, Walikota Yogyakarta dr. Hasto Wardoyo, Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Ketua Panitia Pusat IWFP 2026 Dr. Tosin, S.H., M.H., para Bhikkhu, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.
Rombongan Bhikkhu peserta IWFP 2026 berjumlah 51 orang yang berasal dari Thailand, Laos dan Malaysia. Mereka melaksanakan perjalanan spiritual dan misi perdamaian melintasi sejumlah wilayah di Indonesia, dimulai dari Bali hingga berakhir di Candi Borobudur, Magelang.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pusat IWFP 2026 Dr. Tosin menyampaikan bahwa perjalanan para Bhikkhu merupakan simbol keteguhan dan semangat perdamaian lintas negara serta lintas budaya. Selama perjalanan, para Bhikkhu menempuh jarak 30 hingga 40 kilometer setiap hari dengan penuh kesederhanaan dan ketulusan.
“Walaupun cuaca panas maupun hujan, mereka tetap berjalan menyampaikan pesan perdamaian bagi masyarakat. Indonesia Walk for Peace menjadi simbol perjuangan tanpa henti demi terciptanya harmoni dan kedamaian,” ujarnya.
Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah DIY merasa terhormat dapat menerima dan menyambut langsung rombongan Bhikkhu Indonesia Walk for Peace 2026 di Bangsal Kepatihan yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
Indonesia Walk for Peace bukan sekadar perjalanan fisik, namun merupakan simbol perjalanan menuju masa depan bangsa yang harmonis dan bermartabat melalui penguatan nilai toleransi, kerukunan, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Perjalanan ini mempertegas bahwa keberagaman suku, agama dan budaya merupakan kekayaan yang menyatukan bangsa, bukan memisahkan,” ungkap Sri Sultan.
Usai kegiatan penerimaan di Bangsal Kepatihan, rombongan Bhikkhu melanjutkan perjalanan menuju Hoo Hap Hwee, Pakualaman, Kota Yogyakarta untuk beristirahat sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan berikutnya di wilayah DIY hingga menuju Candi Borobudur. (Penrem072Pmk)
(Sabar/Siti Marfuah)






