SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Upaya membangun generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman terus dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Salah satunya melalui program Dinamika Arek Suroboyo Hebat (DASH) yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya.
Kegiatan DASH bulan Agustus 2026 berlangsung di SMP PGRI 6 Surabaya, Jalan Bulak Rukem III Nomor 7-9, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Plato Foundation, Kak Hasto, serta dihadiri Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Muhammad Sufyan, S.Pd., M.Si.
Program DASH menjadi ruang edukasi bagi para pelajar untuk memahami pentingnya penguatan karakter, kesadaran sosial, perlindungan diri, sekaligus pencegahan terhadap berbagai perilaku berisiko yang dapat mengancam masa depan mereka.
Materi yang diberikan mencakup persoalan bullying atau perundungan, kecanduan media sosial dan gim daring, kenakalan remaja, hingga bahaya penyalahgunaan NAPZA.
Kehadiran Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kota Surabaya dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan karakter dan perlindungan pelajar di lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya, Muhammad Sufyan menegaskan bahwa sekolah memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat memperoleh pengetahuan akademis.
“Sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu akademis, tetapi juga tempat membentuk karakter dan mental yang tangguh. Melalui kegiatan DASH ini, kita ingin memastikan anak-anak Surabaya tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas dan terhindar dari pergaulan negatif,” tegas Sufyan.
Menurutnya, terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak membutuhkan sinergi berbagai pihak. Sekolah, pemerintah, keluarga, serta lembaga masyarakat harus memiliki komitmen yang sama dalam mendampingi pertumbuhan generasi muda.
Sesi edukasi yang disampaikan Kak Hasto dari Plato Foundation berlangsung interaktif. Para siswa diajak berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja sehari-hari.
Pendekatan yang santai dan komunikatif membuat para pelajar lebih mudah memahami materi yang diberikan, terutama mengenai penggunaan teknologi dan media sosial secara bertanggung jawab.
Kak Hasto juga mengingatkan para siswa agar mampu menggunakan gadget secara bijak. Media sosial, menurutnya, harus dimanfaatkan secara positif dan tidak menjadi ruang munculnya cyberbullying maupun berbagai bentuk eksploitasi digital.
Selain itu, para pelajar dibekali pemahaman mengenai pentingnya resiliensi dan kesehatan mental. Kemampuan mengelola tekanan, menghadapi stres, menolak ajakan negatif dari teman sebaya atau peer pressure, serta saling memberikan dukungan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter remaja.
Materi lainnya berkaitan dengan pencegahan adiksi dan penyalahgunaan NAPZA. Para siswa diberikan pemahaman mengenai dampak buruk narkoba, rokok, dan berbagai zat adiktif terhadap kesehatan maupun masa depan generasi muda.
Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya yang sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara serta alumni S2 Manajemen Pendidikan UNESA menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program DASH di lingkungan sekolah.
Menurutnya, edukasi mengenai perlindungan anak dan pencegahan perilaku berisiko harus dilakukan secara berkelanjutan agar pelajar memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
Melalui program DASH, DP3A Kota Surabaya diharapkan dapat terus menjangkau lebih banyak sekolah sehingga pemahaman mengenai hak anak, perlindungan diri, dan pentingnya membangun lingkungan yang aman bagi pelajar semakin merata.
Program tersebut juga diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi memiliki karakter kuat, toleran, peduli terhadap sesama, serta mampu mengambil peran positif di lingkungan masing-masing.
“Generasi muda bukan hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga harus dipersiapkan menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMP PGRI 6 Surabaya juga menyerahkan dua buku karya penulis kepada Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan narasumber kegiatan DASH, Kak Hasto.
Penyerahan buku tersebut menjadi bagian dari apresiasi sekaligus bentuk dukungan terhadap budaya literasi dan pengembangan wawasan pendidikan di kalangan masyarakat sekolah.
Kegiatan DASH di SMP PGRI 6 Surabaya diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi sesaat. Lebih dari itu, pesan yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk membangun pergaulan yang sehat, menggunakan teknologi secara bijak, berani menolak penyalahgunaan NAPZA, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, upaya membangun generasi emas Arek Suroboyo diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.






