Atap SDN 3 Wonorejo Tulungagung Ambruk, Belasan Siswa Belajar di Tenda Darurat

  • Whatsapp
IMG 20260831 WA0045

TULUNGAGUNG, Nusantaraabadinews.com Atap ruang kelas III SDN 3 Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, ambruk pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.

Saat kejadian, ruang kelas dalam kondisi kosong sehingga aktivitas siswa tidak terdampak secara langsung. Namun, ambruknya bangunan membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) sejumlah siswa harus dipindahkan ke tempat sementara.

Dugaan sementara, ambruknya atap disebabkan konstruksi bangunan yang sudah mengalami pelapukan akibat termakan usia. Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, sejumlah kayu pada bagian atas bangunan diketahui telah lapuk dan tidak lagi mampu menopang beban atap.

Material atap yang jatuh juga mengakibatkan sebagian dinding ruang kelas ikut runtuh. Kondisi tersebut membuat ruangan tidak memungkinkan untuk digunakan kembali sebelum dilakukan penanganan dan perbaikan.

IMG 20260831 WA0044Untuk mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung turun tangan dengan memberikan dukungan sarana dan prasarana berupa tenda posko untuk dijadikan kelas darurat.

BPBD Tulungagung melaksanakan kegiatan Dukungan Sarpras Tenda Posko untuk Kelas Darurat di SDN 3 Wonorejo. Tenda tersebut digunakan sebagai tempat sementara agar proses pembelajaran para siswa tetap dapat berjalan meski ruang kelas mereka mengalami kerusakan.

IMG 20260831 WA0043Pihak sekolah bersama instansi terkait kini diharapkan dapat segera melakukan penanganan lebih lanjut terhadap bangunan yang terdampak. Selain untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung, perbaikan juga diperlukan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa serta tenaga pendidik.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan berkala terhadap kondisi bangunan sekolah, khususnya bangunan yang telah berusia cukup lama, guna mencegah kejadian serupa terulang dan membahayakan warga sekolah. (Sup)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *