MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun memperingati hari kelahiran ke-104 tahun pada Rabu, 2 September 2026. Momentum bersejarah organisasi yang berdiri sejak 2 September 1922 tersebut diperingati melalui tasyakuran agung dan kegiatan bakti sosial bagi masyarakat di wilayah Nambangan, Madiun.
Peringatan satu abad lebih perjalanan PSHT itu berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menjaga tradisi, memperkuat nilai persaudaraan, sekaligus meneguhkan komitmen organisasi dalam mengamalkan ajaran yang selama ini menjadi pijakan para warganya.
Acara dihadiri langsung Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Dr. Ir. H. Muhammad Murjoko HW, M.R., bersama jajaran Dewan Pusat. Hadir pula Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., yang juga menjabat sebagai Dewan Pusat PSHT Pusat Madiun.
Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten dan Kota Madiun turut memperkuat suasana kebersamaan dalam peringatan tersebut. Selain itu, tampak seluruh Wiro Anom se-Karesidenan Madiun, tokoh masyarakat Nambangan, jajaran Pengamanan Terate (Pamter) DKP, serta ratusan warga PSHT Tingkat I.
Sekretaris Pusat DKP Madiun, Kang Mas Ir. Tono Suharianto, mengatakan peringatan hari kelahiran PSHT bukan sekadar kegiatan seremonial. Tasyakuran menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendiri dan leluhur organisasi yang telah meletakkan dasar perjalanan PSHT hingga memasuki usia 104 tahun.
“Momentum malam hari ini adalah tasyakuran untuk mendoakan para pendiri dan leluhur PSHT yang telah mendahului kita semua. Semoga kita semua selalu guyup rukun dalam menjalankan ajaran organisasi,” ucap Kang Mas Tono Suharianto dengan penuh wibawa.
Menurutnya, usia 104 tahun menjadi catatan penting perjalanan PSHT yang harus diikuti dengan semangat menjaga persaudaraan dan menjalankan ajaran organisasi secara konsisten.
Peringatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen PSHT, khususnya di wilayah Madiun dan sekitarnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh khidmat. Diperkirakan lebih dari 500 pendekar serta tamu undangan hadir di lokasi peringatan.
Pengamanan kegiatan dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif. Jajaran Pamter DKP turut mengambil peran dalam menjaga kelancaran kegiatan.
Tak hanya menggelar tasyakuran, peringatan 104 tahun PSHT Pusat Madiun juga diisi dengan bakti sosial bagi masyarakat wilayah Nambangan.
Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap lingkungan dan masyarakat. Nilai persaudaraan yang selama ini menjadi bagian penting dalam ajaran PSHT diwujudkan melalui kepedulian dan kontribusi sosial.
Memasuki usia ke-104, PSHT Pusat Madiun kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu organisasi pencak silat yang memiliki akar kuat di Madiun.
Peringatan hari kelahiran tahun ini tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan panjang organisasi sejak 1922, tetapi juga menjadi momentum untuk terus menjaga tradisi, memperkuat persaudaraan, serta mengamalkan nilai-nilai luhur bagi masyarakat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga marwah PSHT sekaligus mewujudkan nilai memayu hayuning bawana, yakni menghadirkan kemanfaatan dan kebaikan bagi lingkungan serta masyarakat.






