SURABAYA, Nusantaraabadinews.com –Dampak abrasi bagi masyarakat , pelaku usha dan pemerintah adalah pengikisan daratan pantai oleh air laut yang menyebabkan hilangnya tempat tinggal, rusaknya lahan usaha, dan rusaknya infrastruktur yang di bangun serta menurunnya pendapatan sektor kelautan dan perikanan.
Dampak abrasi bagi pemerintah meliputi hilangnya aset atau infrastruktur publik, penyusutan luas wilayah teritorial, serta peningkatan beban anggaran untuk penanggulangan bencana
Dampak abrasi bagi pelaku usaha pesisir adalah rusaknya tempat usaha, turunnya jumlah pengunjung, dan berkurangnya pendapatan ekonomi
Kota Surabaya merupakan ibukota Propinsi
Jawa Timur yang memiliki luas sekitar 326,37
km2
Kota Surabaya terbagi dalam 31
Kecamatan dan 153 Kelurahan. Panjang garis
pantai di Surabaya mencapai 47 km. Kawasan
Pesisir Surabaya Utara sering juga di sebut
Teluk Lamong karena memang bentuknya
seperti teluk dan ada sungai Kali Lamong yang
bermuara di kawasan ini.
Secara geografis
wilayah Kota Surabaya sebelah utara dan
sebelah timur berbatasan dengan Selat
Madura, sedangkan di sebelah selatan
berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo dan di
sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten
Gresik.
Secara umum wilayah Kota Surabaya
merupakan daratan rendah dengan ketinggian
3 – 6 meter diatas permukaan air laut,
sedangkan di sebelah selatan dengan
ketinggian 25 – 50 meter diatas permukaan air
laut. Permasalahan – permasalahan di daerah
pantai, khususnya perubahan garis pantai
harus mendapat perhatian serius sebab
dampak yang ditimbulkan akan sangat
berpengaruh terhadap rencana dan aktivitas
pembangunan serta kesejahteraan
masyarakat.
di daerah pantai pesisir khususnya. Kondisi didaerah
pantai dan pesisir di Surabaya Utara yang
diduga mengalami perubahan dengan
berbagai penyebabnya, disini saya akan jelaskan prihal benteng pesisir yang bernama hutan mangrove. Kata samsurin ketua komite tetap kelautan dan perikanan kadin kota Surabaya.
Saya memulai dari sisi barat ke utara.
Dari perbatasan gresik yaitu kali lmaong kelurahan rumokalisari hingga ke utara kelurahan kalianak.
Bentang garis pantai pesisir mencapai 8 km. Daerah ini di kenal dengan kawasan industri pergudangan, jasa dan kawasan pemukiman selebihnya ada 480 nelayan tangkap . Pertanian tambak garam dan tambak ikan .
Garis pantai 8 km ini jauh dari perhatian kita semua . Benteng untuk menahan abrasi air laut yang seharusnya tersedia minimal 160 hektar hutan magrove tapi kenyataannya gundul sepanjang 7 km. .
Mangrove yang tebal hnya ada di wilayah rumokalisari, kawasan pelabuhan teluk lamong dan daerah greges timur kelurahan sarioso.
Jika keadaannya seperti ini tidak menutup kemungkinan kita akan mengalami banyak kerugian dari dampak abrasi yang saya terangkan pada alenia awal.
Untuk itu semua memiliki tanggung jawab untuk melakukan revitalisasi dengan menanam kembali 1 juta bibit mangrove di wilayah utara hingga ke barat kota surabaya.
Penulis samsurin adalah ketua komite tetap kelautan dan perikanan kadin kota Surabaya dan pembina DPC HNSI Kota Surabaya. (Red)






