MAKI Jatim Soroti Transparansi Keuangan Baznas di Era Gus Ghofirin, Heru MAKI Desak Audit BPK dan BPKP serta Buka Remunerasi Pimpinan

  • Whatsapp
IMG 5436 905x613

Jatim, Nusantaraabadinews.com -Nakhoda kepemimpinan Badan Amil Zakat (Baznas) Provinsi Jawa Timur telah berganti dengan sukses,dimana Prof Ali Maschan Moesa sebagai Ketua Baznas Jatim resmi digantikan Gus Ghofirin,Sekjen JKSN,sebagai Ketua Baznas Jatim periode 2026 – 2031.

Keberadaan Pemimpin dan pengurus baru untuk menggerakkan Baznas Provinsi Jawa Timur tentunya menjadi harapan masyarakat Jawa Timur,terutama para ASN dan PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang secara rutin telah memberikan zakat pribadi sebesar 2,5% dari total gaji yang diterima setiap bulannya.

Secara kelembagaan MAKI Jatim sangat berharap Lembaga Baznas Jatim dibawah Ketua dan Pengurus baru ini bisa membawa Baznas lebih dominan terutama dalam hal aktualisasi konsep pemberdayaan masyarakat terutama bagi Masyarakat Jawa Timur yang memang kekurangan dalam sisi kekuatan ekonominya.

“Dari awal,kalau melihat programnya sudah luar biasa,tetapi kadang tidak memperhatikan sisi “kwalitas”,contohnya bantuan ternak dari Baznas Jatim,dimana keberadaan ternak yang diberikan tersebut tidak dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan tidak ada pendampingan maksimal dari ahlinya ternak seperti Dinas Peternakan Jawa Timur,”ungkap Heru MAKI,Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Provinsi Jawa Timur.

Heru MAKI menambahkan bahwa ada dugaan terkesan tumpang tindih ketika program bantuan dari Baznas Jatim yang kemudian diserahkan kepada penerima yang diduga penerima bantuan tersebut telah terdaftar resmi sebagai penerima bantuan PKH atau sejenisnya.

Terbaru,Heru MAKI kembali menyoroti tentang lemahnya transparansi dari Website resmi Baznas Jatim terutama pada laman “laporan keuangan” lembaga Baznas Jatim periode terbaru 2026-2031.

6a06b703 355f 413c a4da 7777e6066c0f 400x711“Saya sudah pernah mengkritik keras bagaimana laman laporan keuangan pada Website resmi Baznas Jatim tidak bisa diakses oleh Masyarakat luas dan terkesan selalu error pada periode sebelumnya ketika Ketua Baznas Jatim dijabat oleh Prof Ali Maschan Moesa,”jelas Heru MAKI.

Seakan seperti gayung bersambut,saat ini Ketua Baznas Jatim baru periode 2026-2031 yaitu Gus Ghofirin,ternyata pada Laman Laporan Keuangan Website resmi Baznas Jatim tetap ERROR atau diduga sengaja tetap akan dierrorkan.

Laman Laporan Keuangan yang terkesan selalu Error tersebut membuat masyarakat terutama MAKI Jatim secara kelembagaan jelas akan mempertanyakan bagaimana tusi transparansi yang selama ini menjadi tuntutan Masyarakat terutama masyarakat yang sudah memberikan kepercayaan kepada Baznas Jatim untuk mengelola zakatnya,akhirnya berakhir dengan menahan rasa kecewa yang berat tentunya.

Website Baznas Jatim yang sudah sedemikian rupa memberikan kemudahan untuk pembayaran Zakat,Fidyah dan semua bentuk Zakat,akhirnya harus didapati “ruang khusus yang sedikit gelap” ketika laman Laporan Keuangannya tetap error tanpa ada penjelasan resmi dari Lembaga Baznas Jatim.

Heru MAKI secara kelembagaan akan secepatnya menyurati Lembaga Baznas Jatim berkenaan dengan masih errornya laman laporan keuangannya pada website resmi Baznas Jatim,untuk mengungkap adanya kepentingan dibalik alasan atas error tersebut.

Selain itu MAKI Jatim memastikan akan berkirim surat kepada BPK dan BPKP Jatim untuk mendesak kedua lembaga pemerhati LPJ keuangan tersebut untuk “Berani” melakukan audit keuangan Baznas Jatim,terutama ketika ada peralihan Ketua yang diduga tanpa disertai LPJ Keuangan yang jelas dan transparan.

“Ini berkaitan dengan pengelolaan keuangan dari masyarakat Jawa Timur pada khususnya yang sudah seharusnya transparan dan fair,dimana laman laporan keuangan pada Website Baznas Jatim sudah harus bisa dibuka dan disajikan secara transparan kepada Masyarakat Jawa Timur pada umumnya,”pungkas Heru MAKI.

Terakhir Heru MAKI juga mendesak Baznas Jatim untuk membuka “gaji dan fasilitas” terutama dari jajaran Ketua dan Wakil Ketua Baznas Jatim untuk dibuka secara detail kepada Masyarakat Jawa Timur,berapa sebenarnya mereka mendapatkan remunerasi selama ini. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *