Menko PMK Luncurkan Sentra Layanan Universitas Terbuka Berbasis Pesantren

  • Whatsapp
Img 20250517 Wa0202

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Universitas Terbuka (UT) resmi membuka gedung barunya di Jalan IR Soekarno MERR Surabaya Sabtu (17/05/25).

Peresmian dilakukan bersama Menko PMK Pratikno dan menandai awal baru pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTTJJ).

Dan dalam kesempatan tersebut, Pratikno meresmikan dua hal sekaligus yakni meresmikan gedung baru Universitas Terbuka (UT) Surabaya serta meluncurkan program Sentra Layanan Universitas Terbuka (Salut) berbasis pesantren.

“Dalam kesempatan ini ada dua agenda penting. Pertama, peresmian gedung baru UT Surabaya. Kedua, peluncuran Salut Pesantren, sebagai bentuk layanan UT yang hadir lebih dekat ke lingkungan pesantren,” terang Pratikno.

Dijelaskan Pratikno, keberadaan pesantren yang tersebar hingga pelosok desa di Indonesia menjadi potensi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, kolaborasi antara UT dan pesantren merupakan langkah strategis.

“Ini merupakan kolaborasi dua kekuatan besar, UT sebagai perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa terbesar dan pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang tersebar luas. Ini pertama kali dilakukan dan dimulai dari Jawa Timur yang memang menjadi basis pesantren,” ungkapnya.

Menurut Pratikno, pemerintah pusat menyambut baik kolaborasi ini karena dinilai mampu menjangkau dan meningkatkan mutu pendidikan masyarakat secara merata.

Sementara itu, Rektor Universitas Terbuka, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., mengatakan bahwa kerja sama UT dengan pesantren telah dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Namun, setiap unit UT memiliki karakteristik masing-masing.

“Kolaborasi ini tidak hanya terjadi di Surabaya, namun juga di wilayah lainnya. Pesantren menjadi mitra strategis dalam memperluas layanan pendidikan UT, karena keberadaannya yang identik dengan warna Islam di berbagai daerah,” jelas Yunus.

Yunus menambahkan UT Surabaya diharapkan dapat menjadi pionir dalam pengembangan layanan berbasis komunitas pesantren, sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi santri dan masyarakat sekitar.

Direktur UT Surabaya, Dr. Suparti, M.Pd., menegaskan bahwa gedung baru ini bukan sekadar sarana fisik, melainkan bentuk nyata dari visi besar UT Surabaya dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan jarak jauh yang inklusif, modern, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Gedung ini menjadi simbol tekad kami untuk terus menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang mudah diakses oleh siapa saja, dari mana saja. Kami percaya bahwa pendidikan adalah hak semua warga negara, dan UT hadir untuk menjembatani harapan itu,” terang Dr. Suparti.

Gedung baru UT Surabaya dibangun dengan konsep ramah lingkungan (green building), dilengkapi dengan fasilitas penunjang pembelajaran digital, ruang interaksi akademik, pusat layanan mahasiswa, serta studio produksi konten pembelajaran daring.

Fasilitas ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman dan mendukung transformasi digital dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi terbuka.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *