JEMBER, Nusantaraabadinews.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember resmi memberlakukan uji coba penutupan Simpang Empat Argopuro mulai Jumat, 5 Juli 2025. Langkah ini diambil untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di titik tersebut, terutama pada jam-jam sibuk. Kegiatan ini dilakukan bersama Satlantas Polres Jember dan didampingi oleh anggota DPRD Kabupaten Jember.
Plt. Kepala Dishub Jember, Gatot Triyono, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan kajian dari Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang melibatkan banyak pihak, termasuk akademisi. “Dari hasil kajian itu, kami sepakat mengubah Simpang Empat Argopuro yang sebelumnya bersinyal menjadi Simpang Tiga tanpa sinyal,” ujarnya.
Uji coba penutupan ini akan berlangsung selama 30 hari terhitung sejak 4 Juli 2025, dan akan dievaluasi setiap hari Minggu. Dishub Jember juga telah menyiapkan sejumlah titik putar balik alternatif. “Arah dari kota bisa putar balik di depan OJK di Jalan Hayam Wuruk, sedangkan dari barat ke timur bisa di depan Rumah Sakit Kaliwates,” tambah Gatot.
Ketua Komisi C DPRD Jember, Ardi, bersama Edi Cahyo Purnomo turut mendukung langkah Dishub. Ia mengatakan bahwa keputusan ini tidak diambil secara mendadak, melainkan melalui kajian panjang dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak. “Ini hasil kerja bersama antara Dishub, kepolisian, akademisi, dan kementerian,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa lalu lintas di kawasan Simpang Argopuro lebih lancar meski dalam jam-jam padat. Hal ini menjadi indikator positif dari uji coba yang tengah berjalan. “Biasanya macet, tapi sekarang lancar. Ini menunjukkan efektivitas kebijakan tersebut,” kata Ardi.
Dishub berharap uji coba ini dapat berjalan lancar selama satu bulan ke depan. Jika hasilnya dinilai berhasil mengurangi kemacetan secara signifikan, maka penutupan simpang empat tersebut akan dipatenkan sebagai solusi permanen untuk manajemen lalu lintas di Jember. (Erman)






