Tulungagung, Nusantaraabadinews.com – Di Pendopo Rajasa Kusumapura Desa Ringinpitu, Kepala Desa Ringinpitu Drs Suwito ikut serta hadir dalam Upacara Jamasan Tombak Korowelang, beliau mengatakan, tradisi merawat dan membersihkan benda-benda pusaka seperti keris, tombak, dan kujang, yang dianggap memiliki nilai sejarah dan yg spiritual. Tradisi ini biasanya dilakukan pada bulan Suro (Muharram dalam kalender Islam) dan melibatkan berbagai ritual dan perlengkapan khusus, seperti jeruk nipis, air kembang setaman, dan minyak cendana, Sabtu 19 Juli 2025.
Jamasan pusaka merupakan bentuk penghormatan kepada nenek moyang dan pelestarian warisan budaya.
Tradisi ini bertujuan untuk menjaga benda-benda pusaka agar tidak mudah rusak dan tetap terjaga keasliannya.
Selain membersihkan benda pusaka, jamasan juga dimaknai sebagai upaya membersihkan hati dan pikiran.
Simbol menyambut tahun baru:
Di beberapa daerah, jamasan pusaka juga menjadi simbol menyambut tahun baru Jawa (1 Suro).
Prosesi Jamasan Pusaka:
1. Persiapan:
Menyiapkan berbagai perlengkapan seperti air jeruk nipis, air kembang setaman, minyak cendana, kain mori, dan lain-lain.
2. Membersihkan pusaka:
Benda pusaka dibersihkan dengan air jeruk nipis untuk menghilangkan karat dan kotoran.
3. Pengolesan warangan:
Permukaan pusaka diolesi warangan (biasanya mengandung arsenik) untuk mencegah karat.
4. Pemberian minyak:
Pusaka diolesi minyak cendana atau minyak kelapa untuk menjaga kelembaban dan aroma.
Tempat Pelaksanaan Jamasan Pusaka di Pendopo Rajasa Kusumapura Desa Ringinpitu Tulungagung.
Ada juga yang melaksanakan jamasan pusaka di tempat-tempat yang dianggap sakral atau memiliki nilai sejarah. Melalui jamasan, benda-benda pusaka yang memiliki nilai sejarah dan budaya dapat tetap terjaga dan lestari.
Peningkatan rasa cinta terhadap budaya Tradisi ini dapat meningkatkan rasa cinta masyarakat terhadap budaya dan warisan leluhur.
Jamasan pusaka menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa dan daerah lainnya yang melestarikan tradisi ini.
Jamasan pusaka juga dapat dimaknai sebagai ajaran moral untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Kedepannya utk jamasan pusaka leluhur akan di adakan lebih meriah dari pada hari ini di sertai dengan hiburan utk masyarakat Ringinpitu khusus, himbauan nya. (Sup)






