SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) telah mentransformasikan ‘Olahraga’ tidak sekedar hiburan atau
ajang kompetisi semata, namun lebih dari itu, olahraga telah menjadi instrument
pembangunan karakter, kesehatan, prestasi nasional hingga diplomasi nasional.
Pemerintah telah berkomitmen merevitalisasi olahraga nasional melalui kerangka kebijakan yang jelas, dan hal tersebut seperti-halnya tahun 2019-2023 saat,
Kemenpora dipimpin oleh Zainudin Amali yang mematangkan visi besar olahraga
dengan merumuskan (untuk yang pertama kali) Desain Besar Olahraga Nasional
(DBON) yang menjadikan olahraga sebagai salah satu komponen pembangunan
nasional strategis, percepatan implementasi DBON juga dilakukan oleh Dito Ariotedjo,
Menpora 2023-2025 yang focus pada penekanan sinergi pemerintah, dunia usaha
dan komunitas muda dengan mendorong eksosistem industri olahraga nasional.
Tentu, agenda-agenda tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah yang ‘Wajib’
diteruskan dengan penuh komitmen. maka, untuk melanjutkan agenda besar tersebut, dibutuhkan sosok yang benar-benar memiliki kapasitas, kapabilitas hingga penguasaan terhadap sektor yang
dikelola. Tentu, Presiden Prabowo Subianto memiliki ‘hak prerogatif’ penuh untuk
menentukan pilihan ‘Siapa yang akan mengendarai Kemenpora ?’, namun, sebagai
unsur masyarakat dan pemuda, SAPMA PP Jawa Timur mendorong agar sosok yang
dipilih oleh Presiden nantinya adalah benar-benar sosok yang ‘memiliki kompetensi’ di bidangnya dan tidak sekedar ‘slot titipan partai / jatah politik’ mengingat cukup.
Vitalnya sektor olahraga sebagai salah satu komponen strategis pembangunan
nasional. Pertanyaan tentang siapa yang layak memimpin Kementerian Pemuda dan
Olahraga selalu menghadirkan perdebatan. Posisi ini bukan sekadar kursi politik,
tetapi ruang yang menuntut keseimbangan antara visi kebangsaan, kecakapan
manajerial, dan pemahaman mendalam tentang olahraga serta pemuda.
Moreno Soeparpto, bukan nama baru di panggung politik, juga bukan nama
baru di ajang prestasi keolahragaan baik level nasional maupun internasional.
Dimasanya, ia telah mengharumkan nama bangsa dengan prestasi yang ia torehkan di dunia balap dan otomotif. ia merupakan sosk yang menjadi bagian integral
keolahragaan nasional, sejak usia belia ia tumbuh di lintasan internasional, bersaing
dengan nama-nama besar dunia, merasakan langsung denyut persaingan global,
Sekaligus memahami betapa krusialnya sistem pembinaan, infrastruktur, hingga tata, kelola olahraga modern dengan kata lain, Moreno tidak sedang menebak nebak
kebutuhan atlet ia telah menjalaninya, jatuh bangun di dalamnya, dan belajar
darinya.
Saat ini, ia telah menapaki karier di panggung politik, melalui Partai yang
‘sama’ dengan Presiden Prabowo, ia mewakli konstituennya untuk menjadi Anggota DPR-RI, artinya, setelah menyempurnakan kiprah prestatifnya di dunia olahraga, ia melanjutkan jalan pengabdiannya di system birokrasi negara melalui jalur legislative, artinya, Moreno dinilai memiliki penguasaan yang ‘cukup’ terkait tata kelola sektor olah raga dan system birokrasi dan kebijakan pemerintahan.
Maka, ketika pertanyaan “Kenapa Moreno?” diajukan, jawabannya bukan
sekadar karena ia populer atau karena nama besarnya di dunia otomotif.
Jawabannya lebih dalam: karena ia menggabungkan tiga dunia yang jarang bertemu dalam satu sosok dunia atletik, dunia politik, dan dunia manajerial.
Perpaduan itu memberi jaminan bahwa ia tidak hanya akan melanjutkan jejak kebijakan pendahulunya, tetapi
juga membawa energi baru, energi yang lebih dekat dengan lapangan, lebih berakar
pada pengalaman riil, dan lebih inspiratif bagi generasi muda Indonesia.
Pada akhirnya, kepemimpinan di Kemenpora menuntut figur yang bisa
mengubah olahraga dari sekadar agenda program menjadi gerakan kebangsaan.
Moreno Soeprapto memiliki peluang besar untuk itu: ia tidak hanya mampu membaca
roadmap olahraga nasional, tetapi juga menghidupkannya dengan napas kompetisi,
kerja keras, dan keberanian yang selama ini menjadi bagian dari hidupnya. (Red)
Surabaya, 15 September 2025
ARDERIO HUKOM, S.H., M.KN
Ketua PW SAPMA PP Jawa Timur






