Untag Surabaya Kukuhkan Dua Guru Besar Baru

  • Whatsapp
Img 20250918 Wa0019

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menambah dua guru besar baru. Dengan bertambahnya dua guru besar baru Ini total profesor di kampus yang berjuluk Kampus Merah Putih tersebut menjadi 30 orang.

Pengukuhan ini diharapkan menjadi motivasi bagi dosen lain untuk mencapai jenjang karier tertinggi.

Bacaan Lainnya

Dua profesor yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Hufron, S.H., M.H. dari Fakultas Hukum dan Prof. Dr. Fajar Astuti H, S.Kom., M.Kom. dari Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas.

Kedua profesor ini adalah guru besar ke-29 dan ke-30 yang dikukuhkan oleh Untag.

Rektor Untag Surabaya, Prof. Mulyanto Nugroho mengatakan pengukuhan ini adalah pencapaian yang membanggakan.

“Ini capaian luar biasa. Di kampus Merah Putih ini, sudah dikukuhkan 30 guru besar,” kata Prof. Nugroho, Kamis (18/9/25).

Prof. Nugroho juga menambahkan, saat ini Untag memiliki hampir 400 dosen dan terus berupaya mendorong mereka untuk meraih gelar profesor.

Meskipun target ideal untuk mencapai status unggul adalah 15 persen dari total dosen, Untag belum mencapai angka tersebut. Namun, Prof. Nugroho optimistis hal ini dapat dicapai.

Untuk mendukung para dosen, Untag memiliki Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan kelompok kerja (pokja) khusus.

“Kita pasti (dampingi), ada BPSDM dan pokja-pokja yang membantu dan memotivasi teman-teman untuk melakukan riset,” imbuh Prof. Nugroho.

Terkait target ke depan, Prof. Nugroho mengungkapkan bahwa Untag sudah mengajukan empat calon guru besar yang saat ini masih dalam proses revisi.

Ia berharap, menjelang akhir tahun 2025, Untag dapat kembali menambah jumlah profesornya.

“Mudah-mudahan ketika closing pada tahun 2025 ini, kita menutup dengan ada tambahan tiga atau empat guru besar lagi,” tambahnya lagi.

Calon guru besar tersebut berasal dari berbagai fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Teknik.

Prof. Nugroho menjelaskan bahwa semua calon sudah memenuhi syarat jurnal bereputasi, khususnya Q1 dan Q2, yang merupakan syarat utama untuk menjadi guru besar.

Prof. Nugroho juga menekankan bahwa menjadi guru besar adalah puncak karier seorang dosen.

“Pucuk karier seorang dosen adalah guru besar, bukan sebagai rektor, bukan sebagai warek,” ujarnya.

Selain berfokus pada tridharma perguruan tinggi, Untag juga menerapkan caturdharma, yang poin keempatnya adalah patriotisme.

“Saya yakin dengan kita sudah berproses, sudah unggul, sudah berkualitas, itu akan mendorong dosen-dosen kami untuk mencapai guru besar,” jelas Prof. Nugroho.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *