SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Tim dosen Program Studi (Prodi) Bioteknologi Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar kegiatan bertajuk “Pengenalan Bioteknologi melalui Eksplorasi DNA”.
Kegiatan inovatif ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Istimewa (MAI) Amanatul Ummah 03 Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.
Pelaksanaan kegiatan inovatif yang menggabungkan eksperimen sains sederhana dengan permainan edukatif ini, merupakan salah satu bentuk program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Koordinator Prodi S1 Bioteknologi, Dr. Ratih Dewi Saputri berharap kegiatan ini bukan yang terakhir, tetapi semakin membuka kerja sama yang lebih luas ke depannya.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, terutama para guru dan siswa-siswi yang telah berpartisipasi dalam kegiatan kami hari ini. Harapan kami, kegiatan ini tidak menjadi pertemuan terakhir, tetapi justru membuka kerja sama yang lebih luas ke depannya,” terang Dr. Ratih dalam sambutannya.
Ketua tim pelaksana, Putut Rakhmad Purnama, PhD, menambahkan dengan kegiatan ini diharapkan para siswa menyukai Bioteknologi.
“Kami ingin mengajak adik-adik untuk melihat dunia sains, terutama Bioteknologi, bukanlah sesuatu yang rumit atau seabstrak yang sering dibayangkan. Lewat pendekatan yang sederhana dan menyenangkan, Bioteknologi bisa kita pahami secara nyata,” jelas Putut.
Sementara Koordinator Bidang Akademik, Rozinul Aqli, S.I.P M. A mengatakan Bioteknologi telah menjadi bagian penting dalam kemajuan sains di abad ke-21.
“Namun, hingga saat ini pemahaman tentang sains modern, khususnya Bioteknologi, masih terbatas di lingkungan sekolah menengah. Bukan karena siswa tidak tertarik, tetapi kesempatan untuk mengenal Bioteknologi secara langsung masih terbatas,” papar Rozinul dalam sambutannya.
Minimnya fasilitas laboratorium, kurangnya pengalaman eksperimen langsung, serta metode pembelajaran yang masih bersifat teoritis membuat ilmu ini terasa “jauh” dari keseharian siswa.
Padahal pada faktanya, bioteknologi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, misalnya tempe, yogurt, yakult, hingga antibiotik yang biasa kita beli di apotek.
“Semasa SMA, saya tidak begitu menyukai pelajaran Biologi. Tetapi, seiring berjalannya waktu tepatnya saat duduk di bangku perkuliahan, saya perlahan memahami betapa pentingnya ilmu Biologi dan bagaimana Bioteknologi menjadi pengembangannya. Bahkan saya semakin kagum, kita sudah sampai pada masa dimana DNA bisa diotak-atik,” ungkap Rozinul dalam sambutannya.
Rangkaian kegiatan disusun semenarik dan semenyenangkan mungkin bagi siswa-siswi, dimulai dari kuliah mini yang memperkenalkan konsep dasar DNA melalui modul visual dan animasi sederhana, sehingga siswa-siswi dapat memahami struktur dan peran DNA secara kontekstual.
Setelah sesi pengantar, siswa secara langsung terlibat dalam kegiatan berbasis permainan (gamifikasi) yang interaktif, DNA Bingo dan Sequence Puzzle untuk menguji pemahaman tentang pasangan basa nitrogen penyusun DNA dan susunan heliks ganda.
Selain permainan edukatif, siswa-siswi juga diajak untuk terlibat dalam kegiatan workshop ekstraksi DNA menggunakan buah pisang sebagai objek eksperimen, dilengkapi dengan kit sederhana yang berisi sabun, garam, air, dan etanol.
Praktik sederhana ini tidak hanya memberikan siswa-siswi memahami tahapan ekstraksi DNA, tetapi juga dapat melihat “bentuk nyata” benang DNA secara langsung, sehingga konsep yang semula abstrak dan hanya diketahui lewat teori di kelas dan buku menjadi pengalaman belajar yang konkret dan menarik.
Seluruh rangkaian kegiatan dijalankan secara berkelompok dan dalam format kompetisi ringan untuk mendorong semangat kolaborasi, keterlibatan aktif, kreativitas, dan antusiasme.
Dalam kegiatannya, guru juga dilibatkan sebagai fasilitator untuk memastikan keberlanjutan di masa mendatang.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ketertarikan dan pemahaman siswa-siswi serta para guru MAI Amanatul Ummah 03 Pacet, Mojokerto terhadap bioteknologi semakin meningkat, serta dapat menjadi langkah awal lahirnya calon ilmuwan masa depan.
Prodi S1 Bioteknologi juga berharap kegiatan ini dapat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 yaitu Quality Education melalui penyediaan akses pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan saat ini.
Program S1 Bioteknologi akan terus berkomitmen untuk turut berkontibusi dalam peningkatan literasi sains secara berkelanjutan.(**)






