MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Pemerintah Kabupaten Madiun, berkolaborasi dengan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) 1 Madiun, menggelar kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Bergizi bagi balita. Acara ini diselenggarakan di Balai Desa Sumbersari, Kecamatan Saradan.
sebagai bagian dari upaya serius dalam meningkatkan gizi anak dan mempercepat penurunan angka stunting.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, didampingi oleh Wakil Bupati Madiun dan Kepala Bakorwil 1 Madiun, Heru Wahono Santoso. Turut hadir pula Komisi B DPRD Kabupaten Madiun, Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, jajaran Forkopimda, Kepala OPD terkait, Camat Saradan, Kepala Puskesmas Sumbersari, Ketua TP PKK Kecamatan, kapolsek,Danramil,Kepala Desa se kecamatan Saradan serta kader Posyandu dan orang tua balita penerima manfaat.
Dukungan Provinsi dan Capaian Kunjungan Posyandu, Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Heri Setyana, menjelaskan bahwa kegiatan kolaboratif ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Madiun Gelar Pemberian Makanan Tambahan Bergizi, Fokus Percepatan Penurunan Stunting
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi anak dan mempercepat upaya penurunan stunting,” jelas Heri Setyana.
Ia menambahkan, dari total 31.516 balita di Kabupaten Madiun, tingkat kehadiran di Posyandu telah mencapai angka impresif, yakni 98%.
Secara spesifik, bantuan PMT bergizi kali ini disalurkan kepada 200 balita dengan masalah gizi yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Sumbersari.
Komitmen Bupati Madiun: Stunting Turun Berkat Kerja Sama, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan apresiasi mendalam atas terlaksananya kegiatan PMT bergizi ini.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak luar biasa dan InsyaAllah akan berkontribusi dalam menurunkan angka stunting, khususnya di Kecamatan Saradan. Alhamdulillah, posisi stunting Kabupaten Madiun saat ini berada di angka 5,28%, berdasarkan hasil bulan timbang Oktober, dengan tingkat kehadiran di atas 95%,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kerja bersama melalui berbagai langkah strategis. Langkah-langkah tersebut meliputi:
Penyediaan tim pendampingan masyarakat.
Penimbangan serentak yang dilakukan setiap enam bulan sekali.
Pemanfaatan alat antropometri berstandar di seluruh Posyandu.
Pemberian PMT berbasis pangan lokal.
Intervensi gizi pada remaja putri melalui tablet tambah darah.
Edukasi dan pendampingan calon pengantin.
Bupati secara khusus menyoroti Kecamatan Saradan dan Kecamatan Pilangkenceng sebagai wilayah dengan angka stunting yang masih cukup tinggi, dan berharap kedua wilayah ini dapat menunjukkan progres penurunan yang signifikan.
Kolaborasi Menuju Indonesia Emas
Madiun Gelar Pemberian Makanan Tambahan Bergizi, Fokus Percepatan Penurunan Stunting
Sejalan dengan Bupati, Kepala Bakorwil 1 Madiun, Heru Wahono Santoso, menegaskan bahwa PMT adalah upaya kolektif untuk meningkatkan kunjungan Posyandu dan mempercepat penurunan stunting.
“Menurunkan stunting bukanlah tugas mudah dan membutuhkan kolaborasi. Ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. Ini adalah ikhtiar bersama kita dalam menyongsong Indonesia Emas,” tegasnya.
Heru Wahono Santoso juga menjelaskan bahwa kegiatan PMT serupa dilaksanakan di enam kabupaten, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur. (Tia Herda)






