Mendes PDT Yandri Susanto Buka Evaluasi Nasional TEKAD di Surabaya, Dorong Desa Mandiri Berbasis Potensi Lokal

  • Whatsapp
Foto
Foto

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto secara resmi membuka Workshop Nasional Evaluasi Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu atau TEKAD yang digelar di salah satu hotel kawasan Surabaya Barat. Forum nasional ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi strategi dalam mempercepat kemandirian ekonomi desa dan kampung di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Yandri Susanto menegaskan bahwa percepatan pembangunan ekonomi perdesaan tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga internasional, hingga pelaku ekonomi lokal, dinilai menjadi kunci utama keberhasilan transformasi ekonomi desa. Program TEKAD yang mendapat dukungan International Fund for Agricultural Development atau IFAD disebut sebagai pilar strategis untuk mewujudkan visi besar “Bangun Desa, Bangun Indonesia”.

Bacaan Lainnya
Foto
Foto

Usai memberikan arahan dari podium, Mendes PDT meninjau langsung stan pameran produk unggulan desa yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Salah satu momen yang menyita perhatian terjadi ketika Yandri Susanto berdialog dengan perajin tenun tradisional. Ia tampak antusias menyimak proses pembuatan kain tenun sekaligus mendengarkan penjelasan terkait tantangan produksi serta peluang pasar kerajinan berbasis budaya lokal.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa, Yandri Susanto mengenakan syal khas daerah yang diproduksi oleh perajin tersebut. Sikap ini mencerminkan dukungan nyata pemerintah terhadap produk lokal sebagai identitas sekaligus penggerak ekonomi desa.

Foto
Foto

“Transformasi ekonomi bukan hanya soal angka, tapi bagaimana masyarakat di kampung-kampung bisa berdaya dengan potensi lokal yang mereka miliki. Produk seperti tenun ini adalah identitas sekaligus kekuatan ekonomi kita,” ujar Yandri.

Dalam sesi konferensi pers yang digelar setelah pembukaan workshop, Mendes PDT yang didampingi jajaran pejabat kementerian menyampaikan bahwa evaluasi nasional program TEKAD ini memiliki makna strategis. Selain mengukur capaian program, hasil evaluasi juga akan menjadi pijakan kebijakan menjelang peringatan Hari Desa Nasional 2026.

Foto
Foto

Yandri menjelaskan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia di perdesaan, pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk unggulan desa, serta tata kelola dana desa yang lebih produktif menjadi fokus utama dalam pengembangan lanjutan program TEKAD. Langkah ini diharapkan mampu mendorong desa agar tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek utama penggerak ekonomi nasional.

Workshop Nasional Evaluasi TEKAD ini dihadiri ratusan delegasi dari berbagai daerah, para pakar pembangunan desa, serta perwakilan lembaga internasional. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap pembangunan ekonomi kampung terpadu, khususnya di wilayah perdesaan dan daerah tertinggal.

Melalui evaluasi menyeluruh ini, pemerintah berharap program TEKAD mampu memberikan dampak yang lebih terukur dalam menurunkan angka kemiskinan, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *