MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Bupati Madiun, Hari Wuryanto meresmikan proyek pembangunan Kabupaten Madiun Tahun Anggaran 2025. Peresmian secara simbolis dilakukan disalah satu titik proyek, yakni Jembatan Desa Klumutan, Kecamatan Saradan. Selasa (27/1/2026).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Madiun, Bobby Saktia Putra Lubis menyampaikan laporannya bahwa pelaksanaan kegiatan ini berdasarkan pada komitmen Pemerintah Kabupaten Madiun untuk mewujudkan visi Kabupaten Madiun Bersahaja: Bersih, Sehat, dan Sejahtera.
Bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan pertumbuhan ekonomi, sosial, dan pendidikan, kesehatan serta peningkatan konektivitas antar wilayah. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Kabupaten Madiun sebagai pengguna jalan. pengguna layanan pendidikan, dan pengguna layanan kesehatan serta sosial.
Bobby memaparkan ada beberapa rincian Proyek Pembangunan Infrastruktur Tahun Anggaran 2025 yang diresmikan, diantaranya:
1. Penggantian Jembatan Klumutan, dengan panjang 24m, lebar 8,1m, dengan nilai Rp9.982.914.000
2. Rehabilitasi Drainase & Trotoar, Jl. Ahmad Yani, Penanganan sepanjang 1,80m dengan lebar rata-rata 3m, dengan nilai Rp6.899.316.000
3. Peningkatan Jaringan Irigasi DI Kaligede, dengan nilai Rp6.117.258.000
4. Peningkatan SPAM Perpipaan Desa Batok, dengan nilai Rp1.528.575.000
5. Peningkatan SPAM Perpipaan Desa Segulung, dengan nilai Rp942.426.599
6. Pembangunan Gedung Instalasi Linen RSUD Dolopo, dengan nilai Rp2.185.341.000
7. Pembangunan Doorloop RSUD Caruban, dengan nilai Rp1.252.832.000
8. Revitalisasi SMP Negeri 2 Mejayan, dengan nilai Rp3.564.928.000
9. Rehabilitasi Ruang Kelas SDN Sidomulyo 02, Sawahan, dengan nilai Rp598.277.000, serta
10. Pembangunan Pagar Makam Gemblung, Desa Klecorejo, Mejayan, dengan nilai Rp398.696.000.
Di sela-sela kegiatan tersebut, Bupati Madiun Madiun didampingi Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono berkenan menyerahkan bantuan secara simbolis bagi para penerima manfaat.
Bantuan yang diserahkan berupa satu paket gizi stunting, bantuan santunan lansia, bantuan perlengkapan alat sekolah, bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta bagi lima penerima manfaat, serta bantuan sarana pendidikan berupa kipas angin dari Baznas Kabupaten Madiun, serta bantuan dari Desa Klumutan berupa lima paket perlengkapan alat sekolah.
Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas layanan publik, serta memperkuat layanan konektivitas antar wilayah. Infrastruktur yang baik bukan hanya soal bangunan fisik saja, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seperti halnya yang disampaikan oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto.
“Tadi disampaikan oleh Pak PU, dijumlah mulai Klumutan, kemudian SPAM, SMP, SD, irigasi, totale tidak kurang dari 60 miliar untuk pembangunan ini. Jadi sekali lagi, mudah-mudahan mohon doa restunya dari seluruh masyarakat Kabupaten Madiun, mudah-mudahan ke depan Kabupaten Madiun lebih bisa memberikan fasilitas infrastruktur kepada masyarakat supaya bisa meningkatkan perekonomian”, ujar Bupati Madiun.
Saat ditemui awak media, Bupati Madiun menambahkan bahwa dengan dibangunnya jembatan Desa Klumutan ini adalah memudahkan akses masyarakat, dan beberapa dari hasil pertanian lancar. Maka dari itu, dirinya berharap masyarakat bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“Ini mulai kejadian banjir yang lalu, ya mungkin ada 3-4 tahun lah kita nunggu, alhamdulillah kita bisa selesaikan”, paparnya.
Bupati juga menambahkan untuk tahun 2026 nanti, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Madiun akan menyesuaikan dengan anggaran yang ada.
“Karena kemarin kami sudah sampaikan TKD kita ada pemotongan hampir 200 sekian miliar ya. Mudah-mudahan kita bisa menyesuaikan, tapi kita tetap skala prioritas sesuai dengan programnya Pak Prabowo untuk ketahanan pangan utamanya. Sehingga infrastruktur yang menunjang ketahanan pangan akan kita prioritaskan”, tutupnya.
Menghadapi efisiensi anggaran di tahun 2026 Dinas PUPR Kabupaten Madiun akan mengalihkan fakus pada pemeliharaan rutin untuk mempertahankan Kualitas jalan dengan tingkat kerusakan 30 persen agar kerusakan tidak meluas dan menekan biaya di masa akan datang “, ungkap kepala Dinas PUPR kab.Madiun. (Tia Herda)






