Reses DPRD Kota Surabaya Digelar di Ponpes Shohibuddin 2 Prapen, Warga Sampaikan Aspirasi Infrastruktur dan Keamanan

  • Whatsapp
IMG 20260209 WA0069

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Anggota DPRD Kota Surabaya Komisi A, Muhaimin, SH, MM, menggelar kegiatan reses masa persidangan di Pondok Pesantren Tafsir Hadis Shohibuddin 2, Jalan Masjid Prapen Gang Buntu (III) Nomor 1–2 G, Kelurahan Panjang Jiwo, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Shohibuddin 2 Al Ustadz Ahmad Ainul Yaqin,  M.Ag, jajaran RT/RW Kelurahan Panjang Jiwo, tokoh agama, tokoh masyarakat, santriwan-santriwati, serta warga sekitar Pondok Pesantren.

Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan Surat Al-Fatihah, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sebagai wujud kecintaan terhadap tanah air serta penguatan nilai kebangsaan di lingkungan pesantren.

Dalam sambutannya, Al Ustadz Ahmad Ainul Yaqin, M.Ag menegaskan bahwa pesantren tidak terpisah dari kehidupan sosial dan kenegaraan. Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberi teladan bahwa politik harus dijalankan dengan prinsip kemaslahatan umat, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.

IMG 20260209 WA0082 IMG 20260209 WA0081“Agama dan negara tidak boleh dipisahkan, tetapi dibedakan. Ketika ulama dan umaro bersatu, insya Allah rakyat akan hidup tenteram,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan harapan agar sinergi antara pesantren, masyarakat, dan wakil rakyat dapat terus terjalin demi kesejahteraan bersama.

Sebagai tuan rumah, pihak pesantren menyambut baik kehadiran anggota dewan dan warga. Kehadiran ini dinilai sebagai bukti bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan moral, sosial, dan kebangsaan.

Dalam sambutannya, Muhaimin, SH, MM menjelaskan bahwa masa reses merupakan waktu bagi seluruh anggota DPRD Kota Surabaya untuk turun langsung ke daerah pemilihan masing-masing guna menyerap aspirasi masyarakat.

IMG 20260209 WA0077IMG 20260209 WA0080“Saya berharap masa reses ini benar-benar dimanfaatkan warga untuk menyampaikan unek-unek, keluhan, serta kebutuhan di wilayah Panjang Jiwo, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan umum dan fasilitas sosial,” ujarnya.

Muhaimin juga menyampaikan apresiasi atas keberadaan Pondok Pesantren Shohibuddin 2, yang dinilainya sebagai aset strategis dalam mencetak generasi muda berakhlakul karimah di tengah tantangan zaman digital.

“Pesantren memiliki peran besar dalam membangun karakter anak-anak bangsa. Keberadaannya harus membawa maslahat, baik bagi santri maupun masyarakat sekitar,” tegas politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

Ia menambahkan, seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan diinventarisir dan dimasukkan ke dalam data aplikasi Pemerintah Kota Surabaya, agar dapat diperjuangkan sesuai mekanisme dan kewenangan yang ada.

Sesi tanya jawab yang dipandu oleh H. Ahmad Syuhada berlangsung aktif. Perwakilan RT 1 hingga RT 4 menyampaikan berbagai aspirasi, antara lain:

Pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan yang telah lama diajukan namun belum terealisasi.

Pemasangan CCTV untuk meningkatkan keamanan lingkungan.

Perbaikan paving dan saluran di sepanjang Jalan Masjid Prapen.

Pengadaan tenda yang lebih layak untuk kegiatan sosial, khususnya saat warga meninggal dunia.

Bantuan pengeras suara untuk kegiatan tahlil dan keagamaan.

Dukungan terhadap pembangunan masjid dan sarana prasarana pesantren.

Beberapa warga juga menekankan pentingnya pengawalan realisasi program, karena meskipun telah disetujui, sering kali pelaksanaannya terhambat di tengah jalan.

Menanggapi hal tersebut, Muhaimin menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi warga, khususnya yang telah masuk dalam sistem dan memiliki persetujuan anggaran.

IMG 20260209 WA0067 IMG 20260209 WA0070

“Jika data sudah masuk aplikasi, saya akan cek dan kawal. Untuk pembangunan skala kelurahan dan jalan lingkungan, ada mekanisme dan pos anggarannya tersendiri,” jelasnya.

Ia juga membuka ruang bagi warga dan pengurus RT/RW untuk terus berkoordinasi serta tidak sungkan menyampaikan kebutuhan mendesak, termasuk melalui proposal resmi jika diperlukan.

Kegiatan reses di Ponpes Shohibuddin 2 Prapen ini diakhiri dengan doa bersama dan simbolisasi kepedulian terhadap kebutuhan pesantren. Seluruh pihak berharap, sinergi antara pesantren, masyarakat, dan wakil rakyat dapat terus terjaga demi terwujudnya lingkungan yang aman, religius, dan sejahtera,” pungkasnya. (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *