SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur periode 2025 –2029 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya dan komitmen Jawa Timur untuk terus menjaga posisi strategisnya sebagai lumbung atlet nasional sekaligus motor prestasi olahraga Indonesia.
Pada kesempatan itu, Gubernur Khofifah menekankan bahwa amanah yang diemban pengurus baru bukanlah tugas ringan. Melainkan memiliki tanggung jawab moral yang besar karena atlet-atletnya selama ini menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia di berbagai ajang internasional.
“Ini kebanggaan, tetapi sekaligus tantangan. Kita harus membuktikan bahwa sistem pembinaan atlet di Jawa Timur benar-benar berjalan dengan baik, berkelanjutan, dan terukur,” ujarnya.
Khofifah juga menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap suksesnya penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, olahraga bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan antarprovinsi.
“Semangat kebersamaan harus terus kita rawat melalui olahraga. Jawa Timur siap mendukung PON 2028 agar berjalan sukses dan berprestasi,” tegasnya.
Gubernur Khofifah juga menggarisbawahi pentingnya peran negara dalam melahirkan prestasi. Ia mengapresiasi kerja keras para atlet dan pelatih Jawa Timur yang mampu menunjukkan capaian nyata ketika dukungan negara hadir secara maksimal, baik dari sisi anggaran maupun fasilitas.
Gubernur Khofifah berpesan khusus kepada pengurus KONI Jatim yang baru agar memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi. Jawa Timur, menurutnya, memiliki modal besar dengan keberadaan kampus-kampus unggulan seperti Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang fokus pada sport science, Universitas Airlangga, serta perguruan tinggi lainnya.
Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, menegaskan bahwa KONI pada hakikatnya merupakan representasi kepala daerah dalam bidang olahraga. Karena itu, sinergi antara KONI dengan gubernur, bupati, dan wali kota menjadi kunci utama menjaga nama baik daerah melalui prestasi.
“KONI Jawa Timur adalah orangnya Gubernur. Artinya, kita harus bekerja bersama, bersinergi, dan memikul tanggung jawab moral membawa nama baik Jawa Timur,” tegas Nabil.
Ia menyebutkan berbagai tantangan ke depan, mulai dari PON Bela Diri, PON Pantai, hingga PON 2028 NTB–NTT. Nabil juga menegaskan kontribusi besar Jawa Timur dalam dua edisi SEA Games terakhir sebagai penyumbang medali emas terbanyak bagi Indonesia.
“Insyaallah, kita berharap bisa mencatat hattrick pada SEA Games Malaysia mendatang dan kembali memberi yang terbaik untuk Indonesia,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Nabil mengajak seluruh cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota di Jawa Timur untuk terus solid dan mendukung program provinsi secara utuh.
“Dengan tekad bersama, disaksikan Gubernur dan Forkopimda, kita siap membawa Jawa Timur menuju prestasi dunia,” pungkasnya. (yan/s)
Dinas KOMINFO JATIM






