Duka Kota Pahlawan: Pria 21 Tahun Tewas Terjatuh dari Lantai 20 Hotel di Surabaya

  • Whatsapp
Foto: Lokasi Hotel Gold Vitel Surabaya tempat pria 21 tahun ditemukan tewas usai jatuh dari lantai 20
Foto: Lokasi Hotel Gold Vitel Surabaya tempat pria 21 tahun ditemukan tewas usai jatuh dari lantai 20

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Suasana malam di pusat Kota Surabaya mendadak berubah mencekam setelah seorang pria muda berinisial R.O. (21) ditemukan meninggal dunia usai terjatuh dari lantai 20 sebuah hotel di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Hotel Gold Vitel, tepatnya di area kafe lantai atas yang dikenal sebagai lokasi favorit pengunjung untuk menikmati panorama kota dari ketinggian.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan keterangan saksi, korban diketahui tiba di lantai 20 sekitar pukul 21.43 WIB. Tak lama berselang, ia memesan makanan berupa fruit garden salad dan memilih duduk di area teras kafe.

Seorang pelayan yang bertugas di lokasi menyebut tidak melihat hal mencurigakan dari gerak-gerik korban.

“Korban terlihat makan seperti biasa di teras kafe,” ujar saksi.

Namun, hanya beberapa menit kemudian, situasi berubah drastis. Petugas keamanan yang berjaga di pintu keluar mendengar suara benturan keras dari arah luar bangunan. Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan tergeletak di area parkir lobi hotel.

Petugas keamanan segera melaporkan kejadian tersebut kepada manajemen hotel dan menghubungi layanan darurat 112. Informasi kemudian diteruskan ke Polsek Genteng.

Tim Inafis dari Polrestabes Surabaya langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Korban diketahui berinisial R.O., laki-laki berusia 21 tahun, kelahiran Semarang, 30 Oktober 2004. Ia berdomisili di Sukorejo, Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dan belum memiliki pekerjaan tetap.

Dari hasil olah TKP awal, aparat menduga korban meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 20. Meski demikian, kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil visum luar dan autopsi.

Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk pemeriksaan medis lanjutan.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit jiwa di Bangli, Bali, pada Oktober 2025 selama satu bulan. Setelah itu, pada November 2025, korban sempat mondok di sebuah pesantren di wilayah Ponorogo.

Namun, pada bulan ketiga, korban dilaporkan kabur dan tidak diketahui keberadaannya. Keluarga kemudian mendapat informasi bahwa korban bekerja di Surabaya, tetapi tidak mengetahui secara pasti lokasi pekerjaan maupun tempat tinggalnya karena komunikasi telah terputus.

Pihak keluarga menduga korban mengalami gangguan kejiwaan atau depresi yang menjadi salah satu faktor pemicu peristiwa tragis tersebut.

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan saksi tambahan serta menelusuri latar belakang korban sebelum kejadian. Dugaan sementara mengarah pada faktor pribadi, namun belum ada kesimpulan final dari penyidik.

Peristiwa ini menjadi pengingat serius akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan usia muda di tengah tekanan kehidupan perkotaan yang semakin kompleks.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *