SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Komisi A Fraksi PDI Perjuangan, Yordan M. Batara Goa, menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Toleransi dan Keberagaman” dengan subtema “Sosialisasi Implementasi Bhinneka Tunggal Ika dalam Bidang Sosial Budaya”, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di HARRIS Hotel tersebut dimulai pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB dan diikuti seluruh anggota BGRP Surabaya. Acara berlangsung penuh antusias dengan suasana kebersamaan dan semangat persatuan.
Sosialisasi tersebut dipimpin langsung Ketua BGRP Surabaya, Kongko Windani, serta menghadirkan dua narasumber, yakni Gery Prakoso dan Tetra.
Dalam sambutannya, Yordan M. Batara Goa menegaskan pentingnya menjaga nilai toleransi dan keberagaman di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Menurutnya, Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan bangsa, namun harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam hubungan sosial dan budaya.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan masyarakat serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan agar masyarakat tetap menjaga kerukunan di tengah perbedaan,” ujarnya.
Narasumber pertama, Gery Prakoso, menjelaskan bahwa implementasi Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dapat dilakukan dengan menerapkan sikap saling menghargai, toleransi, dan inklusivitas di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya Indonesia.
Menurutnya, kemajemukan bangsa Indonesia harus menjadi kekuatan pemersatu, bukan menjadi pemicu perpecahan.
“Keberagaman adalah anugerah bangsa Indonesia. Jika seluruh elemen masyarakat mampu menjaga toleransi dan saling menghormati, maka persatuan bangsa akan semakin kuat,” jelasnya di hadapan peserta sosialisasi.
Sementara itu, narasumber kedua, Tetra, menyampaikan pentingnya budaya gotong royong yang telah menjadi warisan bangsa Indonesia sejak zaman Kerajaan Majapahit.
Ia menegaskan bahwa gotong royong merupakan identitas bangsa yang harus terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman dan kehidupan modern saat ini.
“Budaya gotong royong sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Sebagai bangsa yang majemuk, kita harus menjaga dan melestarikan semangat kebersamaan tersebut demi memperkuat persatuan bangsa,” ungkapnya.
Ketua BGRP Surabaya, Kongko Windani, mengaku sangat senang dan mengapresiasi kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menyebut seluruh anggota BGRP Surabaya mengikuti kegiatan dengan penuh semangat karena materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, implementasi Bhinneka Tunggal Ika dalam bidang sosial budaya telah menjadi bagian dari program organisasi yang dipimpinnya. Seluruh anggota BGRP Surabaya juga terus didorong untuk mengedepankan sikap gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
“Semangat gotong royong memang sudah menjadi bagian dari organisasi kami, sesuai nama Barisan Gotong Royong Perjuangan. Kami ingin seluruh anggota terus menjaga persatuan, solidaritas, dan kebersamaan dalam kehidupan sosial,” katanya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan gotong royong dapat semakin tertanam di tengah masyarakat sehingga mampu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. (Red)






