PSIBI 2026 Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi, Kepedulian Lingkungan, dan Penguatan Keluarga demi Mendukung SDGs

  • Whatsapp
IMG 20260806 WA0034

MOJOKERTO, Nusantaraabadinews.com Berbagai program pemberdayaan masyarakat mewarnai pelaksanaan Program Psikologi Bina Desa (PSIBI) 2026 yang berlangsung selama sebelas hari di Dusun Ngepung, Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Diselenggarakan oleh Departemen Pengabdian Masyarakat BEM KM Fakultas Psikologi Universitas Airlangga pada 15–25 Juli 2026, rangkaian kegiatan ini menghadirkan edukasi, pelatihan keterampilan, layanan psikologis, hingga kegiatan kebersamaan yang menyasar ibu rumah tangga, anak berkebutuhan khusus, orang tua, serta masyarakat umum. Melalui pendekatan kolaboratif bersama berbagai mitra dan masyarakat setempat, PSIBI 2026 berupaya mendorong terwujudnya pembangunan masyarakat yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Memasuki penghujung rangkaian kegiatan, PSIBI 2026 menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang menyasar beragam kelompok sasaran, mulai dari ibu rumah tangga, anak berkebutuhan khusus, orang tua, hingga masyarakat umum. Seluruh kegiatan dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan kebersamaan. Pelaksanaan program turut didukung oleh berbagai sponsor, antara lain Mojo Tras, PT Pelindo (Persero) Regional 3, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya, CV P3SM Kaltim, Rumaji Group, dan Lalamove, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

IMG 20260806 WA0037Upaya pemberdayaan masyarakat diawali melalui Workshop Mindful Recycling: Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan dan Kreativitas melalui Daur Ulang yang diselenggarakan di Balai Desa Curahmojo. Bekerja sama dengan Yayasan Bina Bhakti Lingkungan (YBBL) Surabaya, sebanyak 17 ibu rumah tangga mengikuti pelatihan mengolah kertas bekas menjadi kerajinan mangkuk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomis. Dengan pendampingan Andi Riska Mardiana, S.Sos., peserta mempelajari proses pengolahan limbah kertas menjadi produk yang berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha berbasis rumah tangga. Kegiatan ini mendukung SDGs Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan keterampilan produktif masyarakat serta SDGs Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai jual.

Komitmen PSIBI 2026 dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif diwujudkan melalui Workshop Membuat Tong Sampah dari Barang Bekas bersama 11 siswa SLB Putra Mandiri. Dalam kegiatan ini, siswa diajak melukis galon bekas yang kemudian dimanfaatkan sebagai tong sampah di lingkungan sekolah maupun sekitar desa. Setiap peserta didampingi secara langsung oleh panitia dan guru agar dapat mengikuti kegiatan sesuai kebutuhan masing-masing. Selain menghasilkan karya yang bermanfaat, workshop ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, melatih kemampuan sensorik dan motorik, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Program ini sejalan dengan SDGs Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan pengalaman belajar yang inklusif serta SDGs Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan kembali barang bekas menjadi produk yang bermanfaat.

Pendampingan terhadap anak berkebutuhan khusus kemudian diperkuat melalui PsikoedukasiBertumbuh Bersama Anak Hebat” yang diikuti oleh 17 wali murid dan 4 guru SLB Putra Mandiri. Menghadirkan Nadia Farahmita, M.Psi., Psikolog sebagai narasumber, kegiatan ini membahas karakteristik anak berkebutuhan khusus, strategi komunikasi yang efektif, serta pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Setelah sesi penyampaian materi, peserta mengikuti layanan konseling yang didampingi oleh mahasiswa Profesi Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan sesi berbagi pengalaman mengenai tantangan pengasuhan anak di rumah. Melalui kegiatan ini, para orang tua memperoleh bekal untuk menerapkan strategi pendampingan yang lebih tepat sesuai kebutuhan anak. Kegiatan ini mendukung SDGs Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan kesehatan psikologis keluarga serta SDGs Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan meningkatkan kapasitas orang tua dan guru dalam mendampingi proses belajar serta perkembangan anak berkebutuhan khusus.

Sebagai penutup seluruh rangkaian pengabdian, PSIBI 2026 menyelenggarakan Puncak Acara PSIBI 2026 yang diikuti sekitar 500–600 warga Desa Curahmojo, mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, hingga lansia. Kegiatan diawali dengan senam pagi dan jalan sehat bersama, kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize dalam empat sesi serta berbagai penampilan hiburan dari panitia dan masyarakat. Sejak pagi hari, warga telah memadati area Balai Desa Curahmojo untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Puncak acara ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus selebrasi atas seluruh program yang telah dilaksanakan selama sebelas hari pengabdian. Selain mendorong gaya hidup aktif melalui kegiatan olahraga bersama, puncak acara juga memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa, sekolah, sponsor, dan berbagai pihak yang terlibat. Oleh karena itu, kegiatan ini mencerminkan implementasi SDGs Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDGs Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

IMG 20260806 WA0031Antusiasme masyarakat terlihat pada setiap rangkaian kegiatan yang diselenggarakan. Mulai dari ibu rumah tangga yang aktif mengikuti pelatihan daur ulang, siswa SLB yang bersemangat mengekspresikan kreativitasnya, orang tua yang terbuka berdiskusi mengenai pengasuhan anak berkebutuhan khusus, hingga ratusan warga yang memeriahkan puncak acara. Partisipasi tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat berjalan optimal ketika dibangun melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah desa, sekolah, organisasi, dan sektor swasta.

Melalui rangkaian program tersebut, PSIBI 2026 tidak hanya menghadirkan kegiatan edukatif, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Berbagai program yang dilaksanakan menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga dalam mendukung pembangunan masyarakat yang lebih sehat, inklusif, berdaya, dan berkelanjutan melalui semangat kolaborasi dan pengabdian kepada masyarakat. (Red)

Berita ini mendukung SDG 3: Good Health and Well-being, SDG 4: Quality Education, SDG 8: Decent Work and Economic Growth, SDG 12: Responsible Consumption and Production dan SDG 17: Partnerships for the Goals

#SDG3 #GoodHealthAndWellBeing #SDG4 #QualityEducation #SDG8 #DecentWorkAndEconomicGrowth #SDG12 #ResponsibleConsumptionAndProduction #SDG17 #PartnershipsForTheGoals #SDGsUNAIR #PSIBI2026 #PsikologiBinaDesa #PengabdianMasyarakat #FakultasPsikologiUNAIR #UniversitasAirlangga

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *