SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Kemampuan tidak boleh berhenti pada sebuah prestasi. Prinsip tersebut terus dipegang Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan, SH, MH, dalam menjaga sekaligus meningkatkan kemampuan olahraga menembak yang selama ini ditekuni.
Di tengah padatnya aktivitas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri, AKP Adik tetap menyempatkan diri untuk berlatih. Baginya, latihan bukan sekadar aktivitas tambahan di sela-sela pekerjaan, melainkan bagian penting untuk mempertahankan kemampuan agar tetap terasah dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan.
Pada Sabtu (8/8/2026), AKP Adik kembali melakukan latihan olahraga menembak di Lapangan Tembak Polda Jawa Timur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upayanya menjaga konsistensi dalam berlatih sekaligus mempertahankan ketangkasan yang telah dimiliki.
Menurut AKP Adik, kemampuan menembak membutuhkan latihan yang dilakukan secara berkesinambungan. Tanpa latihan rutin, kemampuan seseorang berpotensi mengalami penurunan, baik dari sisi ketangkasan, kecermatan, konsentrasi maupun kemampuan dalam menentukan sasaran.
“Ini saya lakukan untuk menjaga skill agar tetap lancar dan tidak kaku. Tangan harus tetap terlatih, ketangkasan harus terus diasah, termasuk kemampuan membaca dan menentukan sasaran,” ungkap AKP Adik.
Bagi dirinya, olahraga menembak bukan hanya persoalan mampu mengenai sasaran. Di dalamnya terdapat sejumlah aspek yang harus terus dipelihara, mulai dari konsentrasi, ketenangan, kecermatan hingga koordinasi.
Karena itu, latihan secara rutin menjadi salah satu cara untuk menjaga agar seluruh aspek tersebut tetap berjalan dengan baik.
AKP Adik menyebut, menjaga kondisi tangan agar tetap lentur dan tidak kaku merupakan bagian dari latihan. Selain itu, ketangkasan serta kecermatan dalam menentukan sasaran juga harus terus diasah melalui latihan yang konsisten.
“Melatih kelemasan tangan agar tidak kaku, melatih ketangkasan, sekaligus melatih kecermatan dan konsentrasi terhadap sasaran. Jadi kalau ada pertandingan, kita tidak mulai dari nol,” tegasnya.
Konsistensi AKP Adik dalam berlatih menunjukkan bahwa sebuah prestasi tidak semestinya menjadi titik akhir. Sebaliknya, prestasi dapat menjadi motivasi untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan kemampuan.
Dalam olahraga menembak, kondisi fisik dan mental menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Seorang penembak dituntut mampu menjaga fokus dan ketenangan ketika berhadapan dengan sasaran. Sedikit saja kehilangan konsentrasi dapat memengaruhi hasil tembakan.
Oleh sebab itu, latihan berulang menjadi penting untuk membangun konsistensi. Dengan latihan yang dilakukan secara rutin, kemampuan yang telah dimiliki dapat terus dipertahankan sehingga tidak mengalami penurunan.
Bagi AKP Adik, kesibukan dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri bukan alasan untuk berhenti mengembangkan kemampuan di bidang olahraga yang digelutinya.
Justru, aktivitas latihan menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara tugas, kedisiplinan dan pengembangan diri.
Ia menilai, seorang atlet maupun penghobi olahraga menembak harus memiliki komitmen untuk terus berlatih. Kemampuan yang pernah dimiliki tidak bisa hanya mengandalkan pengalaman atau prestasi sebelumnya.
“Skill itu harus terus diasah. Kalau berhenti berlatih, kemampuan bisa menurun. Yang penting tetap eksis, tetap latihan, dan tetap menjaga kemampuan,” pungkasnya.
Prinsip tersebut menjadi gambaran bahwa mempertahankan prestasi membutuhkan proses yang berkelanjutan. Bukan hanya mengejar kemenangan dalam sebuah pertandingan, tetapi juga menjaga kesiapan, ketepatan dan konsistensi kemampuan dari waktu ke waktu.
Latihan di Lapangan Tembak Polda Jawa Timur pada Sabtu tersebut pun menjadi salah satu bentuk komitmen AKP Adik untuk terus menjaga kemampuan. Baginya, latihan hari ini merupakan investasi agar ketika suatu saat kembali mengikuti pertandingan olahraga menembak, dirinya sudah berada dalam kondisi siap dan tidak harus membangun kemampuan dari awal.
Dengan konsistensi tersebut, AKP Adik berharap kemampuan menembaknya dapat terus terjaga. Sebab, dalam olahraga menembak, ketepatan tidak lahir secara instan, melainkan melalui latihan, disiplin, konsentrasi dan kemauan untuk terus mengasah kemampuan. (Abie)






