Babinsa Dampingi Pengeboran Air di Ponpes Miftahul Ulum Penyepen, Upaya Hadirkan Sumber Air bagi Santri dan Warga

  • Whatsapp
IMG 20260812 WA0022

PAMEKASAN, Nusantaraabadinews.com – Kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap kebutuhan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kepentingan warga. Salah satunya dilakukan Babinsa Koramil 0826-08/Palengaan, Kopka Imam Hambali, dengan melaksanakan pendampingan proses pengeboran air dalam rangka Bakti TNI AD untuk rakyat di Pondok Pesantren (PP) Miftahul Ulum Penyepen, Dusun Barat, Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Rabu (12/8/2026).

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD untuk membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa ketersediaan sumber air. Keberadaan sumber air yang memadai dinilai sangat penting, terlebih bagi lingkungan pondok pesantren yang setiap harinya menjadi tempat berlangsungnya berbagai aktivitas para santri maupun pengurus.

Dalam kegiatan tersebut, Kopka Imam Hambali turut memantau secara langsung proses pengeboran di lokasi. Selain memastikan pekerjaan berjalan sesuai tahapan, kehadiran Babinsa juga menjadi bentuk dukungan serta kepedulian terhadap kegiatan yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar.

Proses pengeboran hingga Rabu (12/8/2026) telah mencapai kedalaman kurang lebih 14 meter. Namun, pekerjaan belum dapat dilakukan secara maksimal karena tim pengeboran masih menghadapi kondisi tanah yang berbatuan.

Lapisan batuan tersebut membuat proses pengeboran membutuhkan penanganan lebih lanjut serta ketelitian agar pekerjaan dapat terus dilaksanakan dengan aman. Kondisi medan dan struktur tanah menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam upaya menemukan sumber air yang cukup untuk dimanfaatkan.

“Kami terus mendampingi proses pengeboran ini agar berjalan lancar. Saat ini kedalamannya sudah sekitar 14 meter, namun masih menemukan lapisan berbatuan,” ujar Kopka Imam Hambali.

Menurutnya, proses pengeboran akan terus dipantau sehingga setiap tahapan pekerjaan dapat berlangsung secara aman dan lancar. Babinsa juga berharap kendala berupa lapisan berbatuan yang ditemukan di titik pengeboran dapat segera teratasi sehingga pencarian sumber air dapat dilanjutkan hingga mencapai titik yang diharapkan.

Kopka Imam Hambali menjelaskan, penyediaan sumber air melalui kegiatan tersebut bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan lingkungan pondok pesantren, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar apabila sumber air yang ditemukan memiliki debit yang memadai.

“Kami berharap pengeboran ini bisa menemukan sumber air yang memadai sehingga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga dan pondok pesantren,” terangnya.

Kegiatan Bakti TNI AD tersebut sekaligus menunjukkan peran Babinsa sebagai aparat kewilayahan yang senantiasa berupaya hadir di tengah masyarakat. Pendampingan terhadap kegiatan pengeboran air menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, terutama dalam membantu menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Bagi lingkungan pondok pesantren, ketersediaan air yang memadai tentunya memiliki arti penting. Air dibutuhkan untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari kebutuhan kebersihan lingkungan, kegiatan para santri, hingga aktivitas keagamaan yang berlangsung di pondok pesantren.

Dengan adanya pendampingan dari Babinsa, proses pengeboran diharapkan dapat terus berjalan dengan baik meskipun saat ini masih menghadapi kondisi tanah berbatuan. Pemantauan di lapangan juga menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan tetap memperhatikan aspek keamanan selama proses pengeboran berlangsung.

TNI AD melalui jajaran kewilayahan diharapkan terus hadir dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang memberikan manfaat secara langsung. Kehadiran Babinsa tidak hanya sebatas menjalankan tugas pembinaan wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dan kepedulian bersama masyarakat.

Pengeboran air di PP Miftahul Ulum Penyepen tersebut kini masih berproses. Harapannya, setelah lapisan berbatuan dapat dilalui, proses pengeboran mampu menemukan sumber air yang cukup sehingga nantinya dapat mendukung kebutuhan pondok pesantren sekaligus memberikan manfaat bagi warga di sekitar Dusun Barat, Desa Potoan Laok. (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *