MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Desa Bulu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Sekitar 900 warga mengikuti Kirab Budaya dan Hasil Bumi dengan penuh antusias sebagai wujud rasa syukur sekaligus upaya melestarikan tradisi dan kearifan lokal.
Kirab yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 itu berlangsung meriah. Warga membawa beragam hasil bumi serta menampilkan berbagai kreasi budaya yang mencerminkan kekayaan dan kehidupan masyarakat Desa Bulu.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, Babinsa Desa Bulu Koramil 0803/10 Pilangkenceng, Pelda Mulyono, turut melaksanakan pengamanan di sepanjang kegiatan.
Pengamanan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan TNI kepada masyarakat sekaligus upaya menciptakan suasana yang aman, tertib, dan nyaman. Dalam pelaksanaannya, Babinsa berkoordinasi dengan unsur terkait serta masyarakat setempat.

Selain menjadi hiburan bagi warga, Kirab Budaya dan Hasil Bumi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong. Beragam kreasi yang ditampilkan menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak sekadar berlangsung melalui seremoni, tetapi juga dapat diwujudkan dengan menjaga budaya dan mengangkat potensi lokal.
Pelda Mulyono mengatakan, pengamanan dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar sehingga masyarakat dapat mengikuti kirab dengan aman dan nyaman.
“Keamanan dan ketertiban menjadi perhatian bersama. Dengan dukungan masyarakat, kegiatan seperti ini dapat berjalan lancar sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga,” ujarnya.
Kirab Budaya dan Hasil Bumi di Desa Bulu pun berlangsung semarak. Antusiasme sekitar 900 warga menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan masyarakat dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan warisan budaya, memperkuat gotong royong, serta mengenalkan potensi hasil bumi dan kearifan lokal kepada generasi berikutnya.






