MADIUN, Nusantaraabadinews.com – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mendorong inovasi pengelolaan sampah untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA). Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengoperasian fasilitas pengolahan sampah menggunakan teknologi oksinerator bersuhu tinggi di atas 1.000 derajat Celsius di Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan.
Fasilitas tersebut diresmikan Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, pada Jumat (16/10/2026). Pengelolaannya dilaksanakan oleh CV Sugih Sukses Abadi bersama BUMDes Makmur Sejahtera.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menangani sampah residu yang tidak lagi dapat dimanfaatkan melalui proses pemilahan, penggunaan kembali, dan daur ulang atau *reduce, reuse, recycle* (3R).
Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, menjelaskan bahwa teknologi oksinerator dirancang untuk menangani sampah residu melalui sistem pembakaran bersuhu tinggi. Teknologi tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke TPA.
“Dengan pembakaran bersuhu tinggi, sampah dapat berkurang sekitar 90 hingga 95 persen, sehingga residunya tinggal sekitar lima persen. Ini tentu berpotensi mengurangi volume sampah yang harus dibawa ke TPA,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi pengolahan sampah perlu menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengelolaan lingkungan, terutama di tingkat desa. Keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan mendukung optimalisasi fungsi tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R).
Meski demikian, pengoperasian teknologi oksinerator harus memperhatikan aspek keselamatan, kelayakan teknis, serta ketentuan dan perizinan yang berlaku.
Dr. Purnomo Hadi menegaskan pentingnya pendampingan dari instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), untuk memastikan pengembangan dan pengoperasian fasilitas berjalan sesuai standar.
Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha agar sistem pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ia berharap fasilitas oksinerator di Desa Mejayan dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis desa. Namun, pengembangan model serupa di wilayah lain perlu mempertimbangkan hasil evaluasi, kelayakan teknis, serta pemenuhan seluruh persyaratan yang diperlukan.
“Antardaerah bukan kompetitor, melainkan harus saling mendukung untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Inovasi ini merupakan bentuk kolaborasi yang perlu terus dikembangkan,” tegasnya.
Selain bertujuan mengurangi persoalan sampah, keberadaan fasilitas oksinerator juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Melalui kerja sama dengan CV Sugih Sukses Abadi, BUMDes Makmur Sejahtera berpeluang mengembangkan unit usaha pengelolaan sampah secara profesional. Usaha tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan kegiatan ekonomi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan asli desa.
Dengan pengelolaan yang terencana, fasilitas ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penanganan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan ekonomi desa berbasis lingkungan.
Kepala Desa Mejayan, Gunawan Wibisono, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut dilatarbelakangi kondisi darurat sampah yang membutuhkan penanganan konkret.
Pemerintah Desa Mejayan berkomitmen mengelola dan merawat fasilitas tersebut secara profesional bersama BUMDes Makmur Sejahtera. TPS3R setempat juga diarahkan menjadi pusat edukasi sekaligus percontohan pengelolaan sampah di Kabupaten Madiun.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengurangan sampah sejak dari sumbernya, pemilahan, serta pengelolaan residu secara bertanggung jawab.
Peresmian fasilitas oksinerator tersebut turut dihadiri perwakilan BRIN, Kepala Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, selaku penggagas teknologi oksinerator, kepala desa dan lurah se-Kecamatan Mejayan, pengurus Pondok Pesantren Al-Fatih Saradan, jajaran direksi CV Sugih Sukses Abadi, serta masyarakat sekitar.
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Bupati Madiun yang kemudian diserahkan kepada pengelola TPS3R. Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan pita dan peninjauan langsung fasilitas pengolahan sampah tersebut.
Pengoperasian oksinerator di Desa Mejayan menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Madiun untuk memperkuat penanganan sampah. Keberhasilannya akan bergantung pada pengelolaan yang profesional, pemenuhan standar lingkungan, pengawasan berkala, serta dukungan aktif masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumbernya.






