SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Membangun organisasi bukan hanya tentang menyusun kepengurusan, tetapi juga merawat kebersamaan, menumbuhkan rasa tanggung jawab, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Semangat inilah yang mengemuka dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Tahap II Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasionalis Nusantara (DPW-PNN) Jawa Timur, Rabu (21/10/2026) malam.
Bertempat di kediaman Cak Heri, Wakil Ketua I DPW-PNN Jawa Timur, di kawasan Simo Gunung Kramat Barat, Gang 5 Nomor 22, Surabaya, pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para pengurus untuk mempererat silaturahmi, menyamakan langkah, dan membicarakan masa depan organisasi, termasuk rencana membangun kemandirian ekonomi anggota melalui koperasi.
Ketua DPW-PNN Jawa Timur, Slamet Pramono atau yang akrab disapa Cak Bram, mengajak seluruh pengurus memandang jabatan sebagai amanah yang harus dijalankan dengan tulus dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, setiap orang memiliki peran dan kemampuan yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut seharusnya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri.
“Jangan mengambil kewenangan orang lain, tetapi jangan pula meninggalkan tanggung jawab sendiri. Setiap pengurus harus memahami tugasnya dan membuktikan komitmennya melalui kerja nyata,” pesan Cak Bram.
Ia menekankan bahwa kemajuan organisasi tidak hanya ditentukan oleh ketua atau beberapa orang pengurus, melainkan oleh kesediaan seluruh jajaran untuk saling mendukung, menjaga komunikasi, dan bekerja sesuai tanggung jawab masing-masing.
Baginya, kebesaran organisasi bukan semata-mata diukur dari banyaknya anggota atau luasnya struktur, tetapi juga dari kuatnya persaudaraan dan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Salah satu pembahasan penting dalam rapat tersebut adalah rencana pembentukan koperasi PNN. Gagasan ini diharapkan menjadi pintu bagi anggota untuk saling mengenal potensi usaha, memperluas jaringan pemasaran, dan membuka peluang ekonomi melalui kerja sama.
Cak Heri mengusulkan agar pembentukan Tim 9 dilaksanakan pada tahap berikutnya. Untuk saat ini, pengurus perlu terlebih dahulu menyusun konsep dan strategi kerja agar langkah yang diambil memiliki arah yang jelas.
Sementara itu, Ning Jaya menyampaikan apresiasi terhadap rencana pembentukan koperasi. Gagasan dukungan pendanaan dari pihak eksternal juga mengemuka dan memerlukan pembahasan lebih lanjut, termasuk perencanaan usaha, pengelolaan profesional, serta pertanggungjawaban yang transparan.
Koperasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah usaha, tetapi juga ruang bagi anggota untuk saling menguatkan. Potensi yang dimiliki satu anggota dapat menjadi peluang bagi anggota lainnya, sehingga tumbuh kerja sama yang memberi manfaat bersama.
Tentu, harapan tersebut membutuhkan persiapan yang matang, keterbukaan, dan kesungguhan dalam menjalankan setiap tahapan.
Mengenali Potensi Anggota, Membuka Peluang Bersama
Sebagai langkah awal, seluruh anggota diminta berkoordinasi dengan pelaku usaha di wilayah masing-masing untuk mendata jenis usaha dan produk yang dihasilkan, baik berupa barang maupun jasa.
Hasil pendataan itu akan menjadi bahan pembahasan dalam pertemuan berikutnya yang direncanakan berlangsung di kediaman Ning Jaya. Setiap anggota juga diharapkan mengidentifikasi peluang kerja sama, potensi pemasaran, dan usaha yang dapat dikembangkan bersama melalui koperasi.
Langkah sederhana ini memiliki arti penting. Di balik setiap usaha anggota, terdapat keterampilan, pengalaman, dan peluang yang dapat saling mendukung apabila dikelola dengan baik.
Selain itu, rapat turut membahas kebutuhan pendanaan untuk pembentukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di berbagai wilayah. Karena itu, diperlukan perencanaan yang realistis agar pengembangan organisasi dapat berjalan bertahap dan berkelanjutan.
Lima Pilar sebagai Pegangan dalam Melangkah
Dalam arahannya, Cak Bram kembali mengingatkan pentingnya Lima Pilar PNN, yakni Berakhlak, Nasionalis, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi identitas organisasi, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, cara menyelesaikan perbedaan, serta kesediaan untuk bermusyawarah dan memperbaiki kekurangan.
Ia mengajak seluruh pengurus menjaga persaudaraan, menghargai perbedaan pendapat, dan mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.

“Jangan hanya berbicara tentang perjuangan, tetapi tunjukkan hasil perjuangan. Besarkan organisasi melalui pengabdian,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dapat menjadi bagian dari perjalanan besar organisasi.
Bagi Cak Bram, penguatan organisasi dan kemandirian ekonomi anggota harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap masyarakat. Organisasi diharapkan hadir bukan hanya ketika mengadakan kegiatan, tetapi juga melalui tindakan dan program yang menjawab kebutuhan di lingkungan sekitar.
“Rakyat bukan objek perjuangan. Rakyat adalah alasan mengapa perjuangan ini harus dijalankan,” tegasnya.
Rapat Konsolidasi Tahap II menjadi bagian dari upaya menyatukan komitmen, mematangkan rencana koperasi, mendata potensi usaha anggota, serta menyiapkan langkah pengembangan organisasi ke depan.
Pekerjaan selanjutnya adalah menerjemahkan kesepakatan menjadi tindakan nyata. Dengan komunikasi yang terjaga, pembagian tugas yang jelas, dan semangat saling membantu, DPW-PNN Jawa Timur berharap dapat tumbuh sebagai organisasi yang solid, mandiri, dan dekat dengan masyarakat.
Sebab, organisasi yang kuat bukan hanya organisasi yang mampu berjalan bersama, melainkan juga yang bersedia saling menguatkan dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
DPW-PNN JAWA TIMUR — Hadir untuk Masyarakat
MERDEKA! ADIL DAN MAKMUR!
Tegas dalam prinsip, berani dalam perjuangan, nyata dalam pengabdian.
Wani! Salam PNN! (Abie)






