LUMAJANG, Nusantaraabadinews.com – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan silaturahmi Tim Lembaga Anti Narkotika dan Rehabilitasi Narkoba (ANTRAK) bersama perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lumajang. Melalui kegiatan cangkrukan sambil menikmati secangkir kopi, kedua pihak membahas pentingnya memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dan pemberantasan peredaran gelap narkoba melalui program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Guruh Eko Yulianto, S.Sos., yang bertugas sebagai analis kebijakan di Bakesbangpol Kabupaten Lumajang, berlokasi di Jalan Pisang Kayu, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. Rabu, (21/10/2026),sekira pukul 18.30 Wib.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Drs. Teguh Digdayanto, S.H., M.H., M.Hum., selaku pendiri ANTRAK sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Rehabilitasi Narkoba ANTRAK, bersama sejumlah anggota tim.
Meski berlangsung dalam suasana santai, pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi untuk bertukar gagasan mengenai langkah-langkah strategis dalam mendukung program pemerintah, khususnya edukasi bahaya narkotika, penguatan pencegahan di lingkungan masyarakat, serta dukungan terhadap proses rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika sesuai ketentuan yang berlaku.
Guruh Eko Yulianto: Cangkrukan Bukan Sekadar Ngopi, tetapi Membangun Sinergi
Guruh Eko Yulianto mengaku merasa terhormat atas kunjungan Tim ANTRAK di kediamannya. Menurutnya, pertemuan tersebut bukan sekadar ajang ngopi bersama, melainkan momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komitmen bersama dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Secara pribadi, saya merasa sangat terhormat dan bangga atas kehadiran Tim ANTRAK di kediaman kami. Bagi saya, kunjungan ini bukan sekadar ngopi dan cangkrukan bersama, melainkan menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun sinergi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba,” ungkap Guruh.
Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan kepedulian, komitmen, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga sosial, tokoh masyarakat, maupun keluarga.
Guruh juga menyambut baik inisiatif ANTRAK dalam mendukung program pemerintah melalui sosialisasi bahaya narkotika, peningkatan kesadaran masyarakat, serta dorongan terhadap penanganan dan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba sesuai ketentuan yang berlaku.
“Harapan kami, silaturahmi dan komunikasi yang terjalin ini tidak berhenti pada pertemuan ngopi bersama saja, tetapi dapat berlanjut menjadi langkah nyata melalui kolaborasi, edukasi, dan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Lumajang,” tambahnya.
Ia berharap sinergi tersebut dapat terus diperkuat guna membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap bahaya narkotika, sekaligus melindungi generasi muda dari risiko penyalahgunaan narkoba.
Teguh Digdayanto Apresiasi Sambutan Bakesbangpol dan Pemerintah Kabupaten Lumajang
Sementara itu, Drs. Teguh Digdayanto, S.H., M.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bakesbangpol serta Pemerintah Kabupaten Lumajang atas sambutan positif terhadap langkah-langkah dan program kerja ANTRAK dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Menurut Teguh, dukungan dan komunikasi yang baik antara lembaga sosial dengan pemerintah merupakan bagian penting dalam membangun gerakan pencegahan narkotika yang berkelanjutan.
“Kami dari ANTRAK menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bakesbangpol serta Pemerintah Kabupaten Lumajang yang telah menyambut baik langkah-langkah dan program kerja ANTRAK dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba,” ujar Teguh.
Ia menambahkan, perang melawan narkoba tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga saja. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak agar edukasi dan pencegahan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
“Kami berharap komunikasi dan silaturahmi yang terjalin dengan Bakesbangpol Kabupaten Lumajang dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih konkret, khususnya dalam kegiatan sosialisasi bahaya narkotika, edukasi kepada generasi muda, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta dukungan terhadap upaya rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Teguh menegaskan, ANTRAK berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah melalui langkah-langkah edukatif, preventif, dan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Ia juga berharap komunikasi yang telah terbangun dapat berkembang menjadi kegiatan bersama yang terarah dan berkelanjutan, sehingga upaya menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba dapat dilakukan secara lebih optimal.
Perkuat Edukasi, Cegah Penyalahgunaan Narkoba Sejak Dini
Dalam pertemuan tersebut, edukasi mengenai bahaya narkotika menjadi salah satu perhatian utama. Sosialisasi yang menyasar generasi muda, keluarga, lembaga pendidikan, dan lingkungan masyarakat dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan narkoba serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pencegahan.
Selain itu, pendekatan rehabilitasi juga menjadi bagian penting dalam penanganan persoalan narkotika. Upaya pemulihan bagi penyalahguna yang membutuhkan layanan rehabilitasi perlu dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan memperhatikan kebutuhan pemulihan dan dukungan untuk kembali menjalani kehidupan sosial secara produktif.
Melalui komunikasi yang terbuka dan kolaborasi lintas elemen, ANTRAK berharap upaya pencegahan narkoba di Kabupaten Lumajang dapat semakin berkembang dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Cangkrukan sederhana dengan secangkir kopi tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa dapat dimulai dari silaturahmi, dialog, dan kesamaan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang sehat serta terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
ANTRAK berharap sinergi bersama Bakesbangpol dan Pemerintah Kabupaten Lumajang dapat terus terjalin, tidak hanya dalam bentuk komunikasi, tetapi juga melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, pencegahan, dan dukungan rehabilitasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bersama membangun kesadaran, memperkuat pencegahan, dan menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika. (Abie).






