SURABAYA, Nusantaraabadinews.com — Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengungkap hasil pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026 yang berlangsung selama 12 hari, mulai 10 hingga 21 Oktober 2026. Dalam operasi yang digelar untuk menekan angka kriminalitas dan menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) tersebut, jajaran kepolisian berhasil mengungkap sebanyak 1.345 kasus tindak pidana dan mengamankan 1.212 tersangka.
Hasil pelaksanaan operasi tersebut disampaikan oleh Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast, S.I.K., didampingi Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur, dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (23/10/2026).
Operasi Sikat Semeru 2026 merupakan salah satu langkah strategis Polda Jatim bersama jajaran kepolisian resor (polres) di seluruh wilayah Jawa Timur untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum, menekan tindak kriminalitas, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Pelaksanaan operasi ini menyasar berbagai bentuk kejahatan yang dinilai meresahkan masyarakat, terutama pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), atau yang dikenal dengan istilah kejahatan 3C.
Melalui operasi tersebut, kepolisian berupaya mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan kehadiran aparat di tengah masyarakat.
Ungkap 1.345 Kasus, Amankan 1.212 Tersangka
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam konferensi pers, selama pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026, jajaran Polda Jatim berhasil mengungkap 1.345 kasus tindak pidana.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 288 kasus merupakan target operasi (TO), sedangkan 1.057 kasus lainnya merupakan kasus di luar target operasi (non-TO).
Sementara itu, jumlah tersangka yang berhasil diamankan mencapai 1.212 orang. Rinciannya, sebanyak 339 tersangka masuk dalam target operasi dan 873 tersangka lainnya merupakan hasil pengungkapan kasus di luar target operasi.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan kepolisian selama operasi tidak hanya berfokus pada sasaran yang telah ditentukan sebelumnya, tetapi juga menghasilkan pengungkapan tindak pidana lain yang ditemukan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Pengungkapan kasus di luar target operasi menjadi bagian penting dalam upaya kepolisian merespons berbagai bentuk kriminalitas yang terjadi di tengah masyarakat.
Dengan hasil tersebut, Polda Jatim bersama jajaran polres di wilayah Jawa Timur diharapkan dapat terus meningkatkan efektivitas penindakan terhadap pelaku kejahatan serta memperkuat upaya pencegahan kriminalitas secara berkelanjutan.


“Kejahatan 3C Menjadi Prioritas Penindakan
Dalam pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026, kejahatan 3C menjadi salah satu prioritas utama penindakan. Ketiga jenis kejahatan tersebut dinilai memiliki dampak langsung terhadap keamanan masyarakat karena dapat menimbulkan kerugian materiil, mengganggu aktivitas sehari-hari, hingga mengancam keselamatan korban.
Pencurian dengan pemberatan merupakan tindak pidana pencurian yang dilakukan dengan keadaan atau cara tertentu sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum. Sementara itu, pencurian dengan kekerasan melibatkan penggunaan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap korban.
Adapun pencurian kendaraan bermotor menjadi perhatian karena kendaraan merupakan salah satu sarana utama masyarakat dalam menunjang mobilitas, pekerjaan, pendidikan, maupun kegiatan ekonomi.
Selain menindak kejahatan 3C, petugas juga melakukan penindakan terhadap perjudian, penyalahgunaan senjata tajam, serta berbagai tindak pidana lainnya sesuai dengan sasaran operasi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di seluruh wilayah hukum Polda Jatim.
Libatkan Jajaran Polda dan Polres se-Jawa Timur
Operasi Sikat Semeru 2026 dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan direktorat terkait di lingkungan Polda Jatim serta jajaran polres di berbagai kabupaten dan kota.
Koordinasi antarunit menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan operasi, terutama untuk meningkatkan efektivitas pengumpulan informasi, penyelidikan, penindakan, dan pengungkapan perkara.
Melalui sinergi tersebut, kepolisian berupaya memastikan penanganan tindak kriminalitas dapat dilakukan secara terarah sesuai karakteristik gangguan keamanan di masing-masing wilayah.
Operasi kepolisian juga menjadi sarana untuk meningkatkan kewaspadaan aparat terhadap potensi kejahatan yang dapat berkembang dan mengganggu ketenteraman masyarakat.
Selain melakukan penindakan, kepolisian tetap dituntut mengedepankan profesionalitas, ketelitian dalam penyidikan, serta kepatuhan terhadap prosedur hukum agar setiap perkara dapat diproses secara akuntabel.
Sejumlah Barang Bukti Turut Diamankan
Dalam pengungkapan kasus selama operasi, petugas turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana.
Barang bukti tersebut antara lain kendaraan bermotor, uang tunai, telepon seluler, barang elektronik, serta sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk mendukung aksi kejahatan.
Dalam pemaparan hasil operasi juga disebutkan adanya kunci yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian serta bahan kimia tertentu.
Namun, rincian lengkap mengenai jumlah, jenis, dan keterkaitan masing-masing barang bukti dengan perkara yang ditangani masih perlu mengacu pada data resmi kepolisian. Oleh karena itu, angka dan spesifikasi barang bukti yang belum terkonfirmasi tidak dicantumkan secara terperinci dalam pemberitaan ini.
Barang bukti yang telah disita akan digunakan untuk mendukung proses penyidikan dan pembuktian perkara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu, penanganan terhadap para tersangka dilakukan melalui proses hukum dengan tetap memperhatikan hak-hak tersangka serta asas praduga tak bersalah.
Komitmen Menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat
Hasil Operasi Sikat Semeru 2026 menjadi bagian dari upaya Polda Jatim dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Timur. Meski operasi khusus telah berakhir, upaya pemberantasan tindak kriminalitas tetap menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.
Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kegiatan kepolisian melalui operasi terpusat, patroli, penyelidikan, penindakan, serta kegiatan rutin yang ditingkatkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak pidana sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran aparat kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.
Di sisi lain, partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman. Kepolisian mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika memarkir kendaraan, menyimpan barang berharga, maupun melakukan aktivitas di tempat umum.
Masyarakat juga diharapkan memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci dengan baik, menggunakan kunci pengaman tambahan bila diperlukan, serta tidak mudah memberikan kesempatan kepada pelaku kejahatan.


“Apabila mengetahui atau mengalami tindak kriminalitas, masyarakat diimbau segera melapor kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
Kerja sama antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini dan mencegah berkembangnya tindak kejahatan.
Sinergi Polisi dan Masyarakat untuk Jawa Timur yang Kondusif
Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun keamanan yang tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga mengutamakan pencegahan dan kepedulian bersama.
Keberhasilan mengungkap ribuan kasus dalam Operasi Sikat Semeru 2026 diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalitas, serta respons terhadap laporan dan kebutuhan masyarakat.
Pada saat yang sama, keterlibatan masyarakat, tokoh lingkungan, dan berbagai unsur terkait diperlukan untuk membangun kewaspadaan kolektif terhadap potensi kriminalitas.
Dengan penegakan hukum yang konsisten, langkah pencegahan yang berkelanjutan, serta sinergi antara kepolisian dan masyarakat, situasi keamanan di Jawa Timur diharapkan semakin terjaga.
Polda Jatim bersama seluruh jajaran diharapkan terus hadir memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman, nyaman, dan tenang.
Operasi Sikat Semeru 2026 menjadi salah satu langkah nyata dalam upaya tersebut, sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama seluruh elemen untuk mewujudkan Jawa Timur yang aman, tertib, dan kondusif. (Abie)






