Tilik Kampung dan Kampung Madani di Wonokromo, Peresmian Kandang Ayam Dorong Pemberdayaan Ekonomi Warga

  • Whatsapp
IMG 20261024 WA0046

SURABAYA, Nusantaraabadinews.com – Upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong kemandirian ekonomi warga terus dilakukan melalui berbagai program di tingkat kelurahan. Salah satunya melalui kegiatan Tilik Kampung dan Kampung Madani yang dirangkaikan dengan peresmian kandang ayam sebagai bagian dari program kerja beternak ayam di kota.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai, bertempat di Balai RT 04 RW 01, Jalan Ketintang 1 Masjid, Surabaya.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, unsur kewilayahan, pengurus lingkungan, tokoh masyarakat, serta warga. Melalui pertemuan langsung di tengah masyarakat, diharapkan berbagai kebutuhan, potensi, dan persoalan yang berkembang di lingkungan permukiman dapat memperoleh perhatian bersama.

Program Tilik Kampung merupakan salah satu bentuk pendekatan kepada masyarakat dengan melihat secara langsung kondisi lingkungan sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan warga. Melalui kegiatan semacam ini, koordinasi serta semangat gotong royong diharapkan terus tumbuh untuk mendukung pembangunan lingkungan yang lebih baik.

Selain Tilik Kampung, kegiatan tersebut juga mengangkat program Kampung Madani yang menitikberatkan pada penguatan kehidupan masyarakat melalui kepedulian sosial, partisipasi warga, serta upaya mendorong kemandirian di tingkat lingkungan.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat saling mendukung agar program-program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan.

IMG 20261024 WA0038 IMG 20261024 WA0032 IMG 20261024 WA0041

“Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah peresmian kandang ayam yang menjadi bagian dari program kerja beternak ayam di kota.

Program ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan dan mengembangkan kegiatan peternakan dalam skala lingkungan perkotaan. Dengan memanfaatkan potensi yang tersedia, kegiatan beternak ayam diharapkan dapat menjadi alternatif pemberdayaan masyarakat sekaligus membuka peluang kegiatan produktif bagi warga.

Pengembangan peternakan di lingkungan perkotaan membutuhkan keterlibatan masyarakat, pengelolaan yang baik, serta perhatian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Karena itu, keberadaan kandang ayam diharapkan dapat dikelola secara bertanggung jawab agar kegiatan tersebut dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Selain berpotensi mendukung ketersediaan pangan, program beternak ayam juga dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai pengelolaan usaha produktif, kerja sama kelompok, dan pentingnya membangun kemandirian ekonomi.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi wilayahnya.

Kegiatan Tilik Kampung dan Kampung Madani tersebut dihadiri Camat Wonokromo, Lurah Wonokromo, Kasi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan, staf kesekretariatan kecamatan, serta Bhabinsa kelurahan.

Turut hadir Ketua TP PKK Kelurahan, Ketua LPMK, para Ketua RW 01, RW 02, RW 04, RW 05, dan RW 08, serta Ketua RT 01 hingga RT 10 di lingkungan RW 01.

Sejumlah unsur masyarakat lainnya juga mengikuti kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM), koordinator Kader Surabaya Hebat (KSH) RW 01, anggota kader KSH RW 01, tokoh masyarakat RW 01, Karang Taruna RW 01, serta warga penerima bantuan sosial dalam program Kampung Madani.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah, kader sosial, pengurus lingkungan, pemuda, serta warga memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli, produktif, dan harmonis.

Pengurus RT dan RW menjadi unsur penting dalam menjembatani komunikasi antara warga dengan pemerintah. Sementara itu, kader sosial dan tokoh masyarakat berperan membantu memperkuat kepedulian terhadap kondisi sosial warga, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian.

Partisipasi Karang Taruna juga menjadi bagian penting dalam mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial, pengembangan potensi lingkungan, serta berbagai aktivitas produktif di wilayahnya.

Program Kampung Madani diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga berkembang menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk saling membantu, memperkuat solidaritas, dan membangun lingkungan yang lebih mandiri.

Keterlibatan warga penerima bantuan sosial dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam membangun partisipasi masyarakat. Warga diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan sosial maupun program produktif sesuai kemampuan dan potensi masing-masing.

Dengan dukungan pemerintah setempat, pengurus lingkungan, kader sosial, dan masyarakat, berbagai program pemberdayaan diharapkan dapat berjalan secara berkesinambungan.

Pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung juga penting untuk memastikan bahwa program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan lingkungan. Komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang baik dapat membantu mengidentifikasi persoalan sekaligus menemukan solusi bersama.

Melalui kegiatan Tilik Kampung, pelaksanaan Kampung Madani, serta peresmian kandang ayam program beternak ayam di kota, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan masyarakat di wilayah Wonokromo.

Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya bergantung pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada pengelolaan setelah program dimulai. Oleh karena itu, keterlibatan warga, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta evaluasi secara berkala menjadi hal penting agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga mencakup penguatan hubungan sosial, kepedulian terhadap sesama, serta penciptaan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh elemen, lingkungan RW 01 dan wilayah sekitarnya diharapkan semakin berkembang menjadi lingkungan yang peduli, produktif, dan mampu mengoptimalkan potensi lokal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Melalui langkah-langkah tersebut, program Kampung Madani dan beternak ayam di perkotaan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih berdaya, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi warga di Kecamatan Wonokromo, Surabaya. (Abie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *