Surabaya, Nusantaraabadinews.com — Jamaah Suluk Songo Sejati secara rutin melaksanakan kegiatan pertemuan setiap Selasa malam di area , Surabaya.
Kegiatan rutin tersebut mengangkat tema “SEMEDI SEJATI”, yang menjadi wadah bagi para jamaah untuk belajar mengenali diri sendiri, mengheningkan pikiran, menata hati, serta membangun kesadaran dalam menjalani kehidupan.
Dalam pelaksanaannya, Semedi Sejati tidak hanya berfokus pada kegiatan meditasi, tetapi juga memadukan unsur spiritual, keagamaan, dan kebudayaan Jawa. Rangkaian kegiatan meliputi belajar meditasi, tembang Macapat sebagai seni tembang Jawa, Istighosah, Semedi, doa bersama, dan diakhiri dengan tabur bunga di sekitar area makam sebagai bagian dari tradisi penghormatan dan refleksi diri.
Melalui kegiatan tersebut, Jamaah Suluk Songo Sejati berupaya mengenalkan dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Walisongo, terutama nilai tentang pengenalan diri, pengendalian diri, kebersihan hati, kehidupan yang harmonis, serta hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama.
Selain aspek spiritual, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk upaya melestarikan budaya Jawa, khususnya seni tembang Macapat dan tradisi kebersamaan masyarakat. Budaya ditempatkan sebagai sarana untuk memahami nilai-nilai kehidupan, bukan sekadar sebagai peninggalan masa lalu.
Jamaah Suluk Songo Sejati terbuka sebagai wadah kebersamaan bagi masyarakat yang ingin belajar, berdiskusi, dan menempuh proses pengenalan diri melalui pendekatan spiritual dan budaya dengan tetap menghormati keberagaman.
Pimpinan Jamaah Suluk Songo Sejati, Khorul Anam, menyampaikan bahwa Semedi Sejati diharapkan menjadi ruang untuk belajar mengheningkan diri, mengenali siapa diri kita, serta memperbaiki sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

«“Semedi Sejati bukan sekadar duduk dalam keheningan, tetapi sebuah proses belajar mengenali diri sendiri, mengolah rasa, menata hati, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Di dalamnya kami berusaha menjaga nilai-nilai luhur Walisongo sekaligus melestarikan budaya Jawa.”»
Melalui pertemuan rutin setiap Selasa malam ini, Jamaah Suluk Songo Sejati berharap kegiatan Semedi Sejati dapat menjadi ruang kebersamaan yang membawa manfaat, memperkuat kepedulian terhadap budaya, serta mendorong setiap peserta untuk terus belajar mengenali dan memperbaiki diri.
Jamaah Suluk Songo Sejati
Pimpinan: Khorul Anam
Surabaya, Jawa Timur. (Teguh)






